Malang (beritajatim.com) – Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, Pemkot Malang fokus mengentaskan pemukiman kumuh yang ada, salah satu daerah adalah Mergosono. Dia bahkan melakukan dialog bersama warga di Balai RW 7 Kelurahan Kotalama seusai kegiatan gowes, Jumat (10/3/2023).
Sutiaji bahkan, telah mengajukan usulan prioritas terhadap dua Kelurahan yaitu Kelurahan Kotalama dan Kelurahan Mergosono melalui program KOTAKU kepada Kementerian PUPR. Proses usulan tersebut sudah berjalan. Katanya, hal ini upaya untuk menjadikan Kota Malang layak huni dengan terus mengurangi pemukiman kumuh.
“Usulan itu sudah proses, ada 2 kelurahan yang kami usulkan, Mergosono dan Kotalama. Harapannya nanti semua wilayah di Kota Malang sudah nggak ada lagi pemukiman kumuh, bisa menambah nilai Kota Malang sebagai destinasi wisata,” kata Sutiaji, Sabtu (11/3/2023).
BACA JUGA:
Mantapkan Potensi Menuju Malang Mendunia Lewat Malang City Expo 2023
Sebelumnya, dalam kegiatan gowes di Mergosono dan Kotalama. Sutiaji menerima sejumlah aspirasi dari masyarakat. Diantaranya, masalah plengsengan sungai. Pemkot Malang akan berkoordinasi dengan otoritas terkait. Selain itu dia meminta perangkat daerah aktif untuk turun ke lapangan.
“Kemudian ada masalah stunting dan penyediaan layanan posyandu yang layak. Stunting ini kan cross cutting dan lekat kaitannya dengan posyandu. Segera Dinkes ditindaklanjuti, diberikan sosialisasi yang intensif, tambahan makanan untuk kebutuhan gizi juga,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Dekranasda Kota Malang Pamer Produk Andalan di Inacraft 2023
Sutiaji juga menyadari bahwa di akhir periode kepemimpinan nya, dirinya bersama jajarannya termotivasi untuk terus melakukan percepatan di semua aspek. Salah satu nya melalui sambang warga. “Di akhir ini, saya ingin percepatan, mana-mana yang menjadi PR (pekerjaan rumah) harus diselesaikan. Ya sambang warga ini sarana untuk menggali masalah,” tandasnya. [luc/suf]






