Iklan Banner Sukun
Olahraga

Youth Fun Juggling Rangkaian Sambut Piala Dunia di Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Surabaya menjadi tempat terakhir untuk seleksi Youth Fun Juggl8ng Competition. Bahkan Kementerian Pemuda dan Olahraga hadir memberikan angin segar. Karena Youth Fun Juggling Competition menjadi acara andalan Kemenpora untuk mengisi kekosongan. Sekaligus sebagai acara menuju event internasional Piala Dunia U-20 yang diselenggarakan di Indonesia.

Ratusan pemain yang berasal dari sekolah sepak bola di Kota Pahlawan ikut memeriahkan acara yang diselenggarakan di salah satu hotel di kawasan Surabaya pusat.

Menpora, Zainuddin Amali mengatakan acara ini untuk mengajak masyarakat agar imut aktif menyambut pesta bola dunia. Diharapkan dengan event roadshow seperti ini masyarakat kota penyelenggara terbiasa untuk menyambut tamu dari luar kota dan mancanegara. “Youth Fun Jugling Competition. Ini diselenggarakan di enam kota besar. Mulai dari Bandung, Solo, Bali, Palembang, Jakarta dan Surabaya.

Sekaligus untuk mengajak masyarakat di enam kota ini supaya bisa persiapkan diri untuk Piala Dunia 2021,” kata Menpora. “Diharapkan masyarakat bisa menyambut berbagai tamu yang datang dari mancanegara dengan menunjukkan hospitality-nya tidak kalah dengan negara lain,” sambungnya.

Selain itu event yang diselenggarakan ini hasil kerjasama dengan federasi sepak bola Indonesia, PSSI. Diharapkan juga dapat mengisi waktu bagi pecinta bola di Indonesia. Sekaligus menjadi implementasi Inpres nomor 3 tahun 2019 tentang percepatan pembangunan sepak bola Indonesia.

Sementara itu Ketua Umum PSSI, Komjen. Pol. (Purn.) Mochamad Iriawan, mengatakan dipilihnya Kota Pahlawan sebagai penutup karena menyimpan potensi yang sangat besar. Meski tidak kompetisi namun geliat sepak bola di Surabaya dan Jawa Timur pada umumnya terus berkembang. Tidak menutup kemungkinan acara serupa akan tetap diadakan dalam beberapa waktu ke depan.

“Terima kasih kepada bapak Menpora yang sudah menutup rangkaian acara ini di Surabaya. Acara mengingatkan kepada publik bahwa potensi sepakbola cukup besar,” ungkap pria yang akrab disapa Iwan Bule tersebut.

“Saya juga ucapkan terima kasih untuk Asprob Jatim. Bagi saya Jatim paling bagus dalam pembinaan sepakbolanya. Salah satu indikatornyabadalah banyaknya tim liga 1 di jatim,” imbuhnya.

Tiga pemain muda dari tim internal Persebaya keluar sebagai juara. M. Abel, Andri Sehera dan Mahmusin Halim menjadi juara satu, dua dan tiga secara berturut-turut. [way/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar