Olahraga

Yayasan Telah Diblokir Oleh Ketua Umum, Bagaimana Nasib Arema?

Gerakan Aremania, Make Malang Great Again (MMGA) menuntut Yayasan Arema akhiri dualisme.

Malang(beritajatim.com) – Isu dualisme belum berakhir di Bumi Arema julukan Kota Malang. Sebab, sejak 9 tahun terakhir ada dua tim bernama Arema. Satu tim Arema FC berlaga di Liga 1 dan satu tim lainnya Arema Indonesia berlaga di Liga 3.

Sebagian Aremania mendukung Arema FC, sebagian lainnya mendukung Arema Indonesia. Fakta ini, membuat beberapa Aremania membuat gerakan Make Malang Great Again (MMGA). Gerakan ini beberapa waktu lalu melakukan aksi damai di depan Gedung DPRD Kota Malang.

Massa aksi sempat berdialog dengan Wali Kota Malang Sutiaji dan Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Diana Kartika. Tuntutan utama adalah Yayasan Arema harus turun ke Malang untuk mengakhiri dualisme. Sebab, Yayasan Arema merupakan otoritas paling berwenang terkait tim Singo Edan yang didirikan pada 11 Agustus 1987 oleh Brigjend Acub Zaenal dan putranya Lucky Adriananda Zaenal.

Wali Kota Malang, Sutiaji menangkap aspirasi Aremania dengan berjanji menelusuri keberadaan Yayasan Arema dalam waktu satu pekan. Seketeris Daerah Kota Malang, Wasto ditugasi untuk menelusuri keberadaan Yayasan Arema di Kementerian Hukum dan Ham.

“Saya sudah perintahkan pak Sek (Seketaris Daerah Kota Malang) untuk ke Kemenkumham. Dan hasilnya yayasan Arema pengurusnya sudah banyak yang mengundurkan diri yang diketuai oleh Bapak Muhammad Nur,” papar Sutiaji, Rabu, (25/11/2020).

Fakta lainnya, Yayasan Arema ternyata telah diblokir oleh Ketua Umum. Alasan utama pemblokiran yayasan adalah untuk menghindari pihak lain mendaftarkan diri dengan nama Yayasan Arema. Langkah selanjutnya dari Pemerintah Kota Malang adalah bertemu dengan Muhammad Nur untuk membicarakan nasib Arema.

“Dan Bapak Muhammad Nur telah memblokir. Kenapa memblokir? karena bisa jadi ada kekhawatiran. Bisa jadi nanti ada orang yang mendaftarkan mengatasnamakam Yayasan Arema. Saya perintahkan pak Sekda untuk ke Bapak Muhammad Nur, tapi masih belum bisa ditemui,” kata Sutiaji.

Sutiaji mengatakan, sebagai bagian dari komitmen kepada Aremania. Pemerintah Kota Malang secepatnya akan bertemu dengan Muhammad Nur. Setelah itu, langkah penyelamatan Yayasan Arema akan dibicarakan lagi dengan sejumlah pihak demi masa depan Singo Edan.

“Dan insya allah dalam waktu dekat akan saya informasikan lagi. Karena sebagai komitmen kami dan permintaan teman-teman Arema yang ingin tahu yayasan Arema. Dan hal lain berkaitan dengan Yayasan Arema nanti dibicarakan lagi,” tandas Sutiaji. (luc/ted)


Apa Reaksi Anda?

Komentar