Olahraga

Yayasan Akui Keterlambatan Gaji Pengaruhi Mental Pemain Persid Jember

Ketua Yayasan Persid Jember Sunardi

Jember (beritajatim.com) – Ketua Yayasan Persid Jember Sunardi mengakui, keterlambatan pembayaran gaji terhadap pemain, pelatih, dan ofisial tim yang berlaga di kompetisi sepak bola Liga 3 2019 bisa berdampak.

“Di mana pun ketika finansial tidak bersamaan dengan kegiatan, ya jelas berdampak. Tapi alhamdulillah, jika kita lihat tidak (berdampak) sampai 20 persen,” kata Sunardi. Penampilan Persid masih dinilai bagus. Dalam tiga pertandingan Grup E Zona Jawa Timur, Persid berhasil menahan imbang Persewangi Banyuwangi 1-1, menang 5-1 atas Persebo Muda Bondowoso, dan kalah 0-1 dari PSIL Lumajang.

“Kedua, ketika latihan, masih full terus. Berarti kan dampaknya tidak seberapa. Mereka paham. Pemain-pemain senior juga menyampaikan bahwa Persid memang seperti ini. Kalau memang berat, ya diadakan rapat kembali untuk mencari solusi mempercepat ini (turunnya anggaran APBD),” kata Sunardi.

Pelatih dan pemain klub sepak bola Kabupaten Jember, Persid, belum menerima gaji sama sekali sejak diikat kontrak pada awal musim kompetisi Liga 3 Musim 2019. Pemain belum menerima gaji selama dua bulan. Sementara pelatih utama Achmad Jainuri belum menerima gaji sejak proses pembentukan tim pada Maret 2019.

Sunardi mengakui bahwa di luar APBD, Persid masih belum mendapat pemasukan dari pihak lain kecuali tiket penonton. “Intinya kita tangani bersamalah. Semakin banyak tantangan, semakin merapatkan barisan, semakin kuat, semakin bersatu,” katanya.

Namun kendati mengalami krisis finansial, Sunardi tetap menargetkan Persid lolos dari Grup E ke putaran selanjutnya. “Minimal Zona Jatim. Kalau melihat dari peta kekuatan sepakbola dan jadwalnya, insya Allah bisa. Kami terakhir bermain di kandang. Ini memang hanya prediksi, tapi mudah-mudahan akan lebih baik,” kata Sunardi. [wir/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar