Olahraga

Wolfgang Pikal Ubah Pola Latihan Persebaya, Ini Komentar Pemain

Surabaya (beritajatim.com) – Wolfgang Pikal, pelatih Persebaya Surabaya meningkatkan intensitas latihan menjadi dua kali dalam sehari. Perubahan ini rupanya memantik komentar sang Kapten Persebaya, Ruben Sanadi.

Pemain asal Papua itu mengaku sangat menikmati latihan pagi dan sore. Dia menilai, dua kali latihan dalam sehari bagus untuk meningkatkan kondisi fisik pemain.

“Kondisi kami sangat baik, meski selama dua hari kemarin kami jalani latihan pagi dan sore. Ini tentu sangat baik untuk meningkatkan fisik kami (pemain) apalagi jelang pertandingan,” kata Ruben, Minggu (6/10/2019).

Namun Ruben tetap menyayangkan jadwal yang belum pasti. Karena hal itu dinilai sangat mengganggu pemain.

Ruben melanjutkan, dengan ketidakpastian jadwal tersebut, membuat pemain akan kehilangan fokus. Sebab persiapan yang dilakukan untuk pertandingan akan terasa sangat sia-sia.

“Tentu kami menanggapinya sangat merugikan, apalagi kami sebagai pemain juga sudah cukup siap menghadapi pertandingan. Tapi hingga kini belum ada kejelasan jadwal,” imbuh Ruben.

Dia berharap, PSSI lebih tegas dalam membuat jadwal. Apalagi menurut Ruben, kalau sering pertandingan ditunda, klub akan sangat dirugikan dari banyak hal.

“Semoga cepat diselesaikan, agar kami juga bisa ke pertandingan selanjutnya. Kami sebagai pemain ingin agar jadwalnya itu normal, supaya bisa fokus lebih. Kalau ditunda lagi fokusnya kita jadi berkurang,” ucap Ruben.

Di sisi lain, Wolfgang Pikal mengatakan jadwal menghadapi Borneo FC pada Jumat 11 Oktober 2019 tetap dilaksanakan. Namun dirinya meminta pemain bersabar menunggu surat resmi dari federasi.

“Kabarnya sih yang saya dengar fix lawan Borneo FC itu pada Jumat 11 Oktober. Tapi kita tunggu sajalah,” ujar Pikal.

Seperti diketahui, Sebetulnya jadwal pertandingan Persebaya dengan Borneo FC digelar pada 2 Oktober 2019. Namun pihak kepolisian tak memberikan izin, lantaran bebarengan dengan aksi demo buruh di Surabaya. [way/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar