Iklan Banner Sukun
Olahraga

VAR Liga Australia Patut Dicontoh Liga Liga Benua Eropa, Ini Alasannya

unsplash

Surabaya (beritajatim.com) – Pada Sabtu (26/9) mendatang English Premier League akan mencatat sejarah baru dengan kehadiran Jarred Gillett yang akan menjadi ofisial luar negeri pertama. Ia pun resmi ditugaskan guna memimpin pertandingan antara Watford kontra Newcastle di stadion Vicarage Road.

Kedatangan Jarred Gillett ke EPL, mengingatkan kembali aksinya yang viral saat ia jadi pemimpin pertandingan di Australia. Banyak penggemar maupun pengamat sepakbola yang berharap bahwa hal ini juga diterapkan pada Video Assistant Referee (VAR) di Liga Inggris.

Jika diperhatikan seksama dalam pertandingan sepak bola yang berlangsung secara rutin hampir di setiap minggu, bukanlah suatu hal yang asing bila kita melihat berita yang mengulas tentang keputusan kontroversial dari wasit, meski kini hampir di seluruh Liga kelas atas Eropa telah mendapat bantuan dari teknologi VAR (Video Assistant Referee).

Banyak keputusan yang tanda kutip rahasia diambil wasit hingga dirasa merugikan satu pihak. Seperti yang terjadi dalam pertandingan Big Match antara Chelsea melawan Manchester United bulan Februari lalu. Saat wasit Stuart Attwell yang menolak untuk memberikan pelanggaran handball dari Callum Hudson-Odoi, meski dalam rekaman VAR terlihat sangat jelas jika bola telah mengenai tangan pemain Chelsea.

Namun cerita berbeda terjadi dalam sebuah pertandingan di divisi teratas Australia,

A-League, saat wasit bernama Jarred Gillett dipanggil guna memimpin pertandingan dan itu jelas menjadi suatu hal menarik bagi penonton serta pemain dan ofisial tim. Maret tahun 2019, wasit yang kini telah berusia 32 tahun itu jadi komando pertandingan Melbourne Victory melawan Brisbane Roar, dan semua percakapan dengan para pemain serta ofisial bisa didengarkan secara langsung dari layar kaca televisi.

Hal tersebut pun memberi wawasan unik tentang perbincangan dengan pemain tetapi juga memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai segala keputusan yang telah dibuat oleh Gillet. Pertandingan yang salah satunya disiarkan oleh FOX Sports tersebut telah memposting cuplikan pertandingan yang dipimpin oleh Gillet dan segera menjadi viral di media sosial.

Terutama insiden yang paling disukai penonton saat ia memutuskan kejadian offside yang begitu tipis di babak kedua. Awalnya Gillet langsung berkonsultasi dengan hakim garis, dan mereka memutuskan untuk memberikan gol sebelum meninjau kembali dengan VAR.

Kemudian terdengar jika ia telah berbicara dengan Kris Griffiths-Jones, yang bertugas sebagai pengawas VAR dalam pertandingan tersebut. Kedua orang itu pun bersepakat jika itu adalah keputusan yang tepat dilakukan. Hal yang menarik saat Gillet bertanya kepada ofisial VAR apakah dia harus melihat layar VAR untuk memastikannya.

Gillet pun melanjutkan dengan melihat layar VAR guna memastikan keputusan itu akurat. Penonton pun mendengarkan saat dia memberi penjelasan kepada Matty McKay dari Brisbane Roar mengapa gol itu sah, meski terlihat offside. Tentu langkah seperti itu adalah terobosan yang berani, dengan membuat segala hal yang terjadi di lapangan menjadi transparan.

Transparansi itulah yang diharapkan pada penggemar dan pengamat bola juga diterapkan pada Liga top di Eropa. Terutama saat mempertemukan dua tim raksasa yang biasa disebut derby dengan jumlah penonton yang sangat banyak. [dan/esd]


Apa Reaksi Anda?

Komentar