Iklan Banner Sukun
Olahraga

Tragis, Mengalami Puncak Karir di AC Milan, Kaka Meredup di Santiago Bernabue

(Foto: Instagram, @_ricardo_kaka__)

Surabaya (beritajatim.com) – Ricardo Kaka. Berwajah menawan, skill membawa bola ciamik, visi bermain jempolan, memiliki umpan akurat. Sebagai pemain sepakbola, Kaka adalah bintang yang bersinar terng bersama AC Milan. Selama bertahun-tahun, ia juga dipercaya sebagai pemian utama di timnas Brasil bersama Ronaldo, Ronaldinho, dan bintang-bintanng brasil lain yang kala itu banyak bermunculan.

Sayangnya, semua kecemerlangan itu hilang ketika ia berlabuh ke Real Madrid. Tim bertabur bintang yang bermarkas di Santiago Bernabue. Empat musim berseragam putih-putih, pemain yang memiliki nama asli Ricardo Izecson dos Santos Leite ini hanya bermain sebanyak 85 pertandingan.

Sangat sedikit sekali, padahal ketika itu ia masih berada di usia emas. Berikut ini beberapa penyebab Kaka tak bisa bersinar di Real Madrid.

Cedera

Seperti juga Eden Hazard yang sulit bersinar setelah kepindahannya ke Madrid akibat cedera demi cedera, Kaka juga mengalami hal serupa. Belum genap setaun pidah ke Madrid, Kaka mengalami cedera panjang di bagian lutut. Ia harus menepi selama 8 bulan akibat lututnya harus dioperasi.

Setelah sembuh, bebearpa kali Kaka juga masih mengalami cedera-cedera ringan yang membuatnya tak bisa bermain di bebrapa pertandingan. Hal ini membuatnya sulit bersaing di tim utama. Apalagi, Mourinho lebih memilih pemain lain untuk mengisi posisinya sebagai gelandang serang.

Kedatangan Mesut Ozil

Dengan Kaka yang absen hampir satu musim penuh, Real Madrid pun akhirnya memutuskan untuk merekrut Mesut Ozil usai penampilan apiknya di Piala Dunia 2010. Ozil yang awal didatangkan sebagai backup dari Kaká justru mampu beradaptasi dengan cepat dengan tampil bagus.

Kombinasinya dengan Ronaldo dinilai cukup baik dan menghasilkan banyak gol. Sehingga, semakin mempersulit posisi Kaka.

Penuh Tekanan

Kedatangan Kaká ke Real Madrid memakan biaya yang cukup prestisius pada masanya. Bahkan, dia sempat memecahkan rekor transfer dunia dengan biaya 56 juta poundsterling. Dengan biaya transfer yang semahal itu, tentu wajar jika ekspektasi publik Real Madrid cukup besar terhadap seorang pemain sekelas Kaká.

Namun nahas, harapan besar dari para fans justru jadi tekanan besar bagi Ricardo Kaká yang kala itu sedang berjuang dengan permasalahan cedera.

Performa Buruk

Berbagai cedera yang dialami Kaká akhirnya membuat dirinya harus absen di banyak pertandingan. Hasilnya, Kakápun kesulitan untuk memberikan performa yang maksimal. Kaká kesulitan untuk kembali bermain di level yang ditunjukkan ketika bermain untuk AC Milan akibat kurangnya waktu bermain konsisten. Ditambah dengan tekanan dari berbagai pihak, frustasi yang dialami Kakábmembuat performanya jadi menurun. [dan/tur]


Apa Reaksi Anda?

Komentar