Olahraga

Tokoh Suporter Sepak Bola Jadi Ketua Tim Verifikasi Cabor Koni Jember

Ketua Tim Verifikasi Cabor Koni Jember Agus Rizky [foto: istimewa]

Jember (beritajatim.com) – Agus Rizky, Ketua Umum Berni (Kelompok Suporter Jember Brani), diangkat menjadi Ketua Tim Verifikasi Cabang Olahraga Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Surat keputusan ditandatangani Ketua Koni Jember Abdul Haris Afianto. “Tugasnya memverifikasi cabor-cabor yang menghendaki mosi tidak percaya, yang percaya kepada Koni, yang abstain, dan yang SK kepengurusannya mati. Jadi kita profesional saja. walaupun digoyang kanan kiri ya ikut goyang, kan asyik,” kata Afianto, Senin (22/3/3021).

Sejumlah pengurus cabor menginginkan adanya Musorkablub (Musyawarah Olahraga Luar Biasa Kabupaten), karena jebloknya prestasi olahraga Jember di bawah kepemimpinan Afianto. “Lima tahun apa yang bisa kita perbuat? Tidak ada apa-apa sama sekali. Semuanya mengeluh. Ini saya hanya sebatas menyampaikan keluhan-keluhan para pegiat insan olahraga di Jember,” kata Sujatmiko, juru bicara cabor yang menghendaki pergantian ketua Koni Jember.

Sujatmiko sudah menyampaikan kondisi tersebut kepada Bupati Hendy Siswanto. “Prestasi olahraga Jember melorot. Peringkat kita (di Porprov) melorot jauh dari 17 (pada 2015) ke 24 (pada 2019),” katanya. Padahal Kabupaten Jember akan menjadi tuan rumah Porprov Jatim VII tahun depan.

Agus dengan percaya diri menyatakan persyaratan untuk menggelar musorkablub tidak terpenuhi. “Saya bisa menunjukkan data bukti tanpa harus dipublikasi, dan dari data tersebut saya pastikan dua pertiga suara sebagai syarat diadakannya Musorkablub seperti yang diinginkan mereka tidak akan terpenuhi,” katanya.

Agus menilai kepengurusan Koni 2018-2022 seharusnya dipertahankan hingga masa bakti selesai. “Beri mereka kesempatan membangun dan menunjukkan prestasinya. Apalagi porprov sudah di ambang pintu. Mereka sudah sejak awal bekerja. Organ Binpres (Pembinaan dan Prestasi) sudah berjalan memonitoring persiapan cabor. Persiapan dan latihan para atlet juga sudah termonitor lewat kunjungan-kunjungan dari organ Binpres,” katanya.

“Sebagai balancing, saya juga berpesan kepada Ketua Koni agar apa yang menjadi instruksi bupati terkait restrukturisasi harus segera dilaksanakan. Tentunya ini adalah kewenangan seorang ketua, karena pengertian dari restrukturisasi menurut hemat kami tidak harus pemberhentian ketua. Tapi lebih kepada jabatan-jabatan fungsional agar tujuan organisasi bisa tercapai,” kata Agus. [wir/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar