Olahraga

Tim Sembilan Musorkablub Jember: KONI Jatim Tidak Tahu Peta

Agus Hadi Santoso, salah satu anggota Tim Sembilan.

Jember (beritajatim.com) – Tim Sembilan yang terdiri atas cabang-cabang olahraga pengusul Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa Komite Olahraga Nasional Indonesia (Musorkablub KONI) Jember tak akan surut menghadapi keputusan KONI Jawa Timur.

Tim Sembilan rencananya akan menggelar Musorkablub KONI Jember di Rumah Makan Terapung, Selasa (18/5/2021). Namun KONI Jatim menerbitkan surat 17 Mei 2021 yang menyatakan, sebelum KONI Provinsi Jatim mempelajari secara cermat dan menyimpulkan perlu tidaknya dilaksanakannya usulan musorkablub, maka musorkablub tidak boleh dilaksanakan.

“Kami menghormati surat itu, walaupun surat itu tak ada dasar atau argumentasi yang mendasari pembatalan musorkablub. Musorkablub sudah kami galang sesuai anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD-ART) KONI,” kata Agus Hadi Santoso, salah satu anggota Tim Sembilan.

Agus menegaskan, musorkablub ini didukung 33 dari 36 organisasi cabang olahraga. Sebanyak 27 cabor di antaranya sudah mengantongi surat keputusan kepengurusan. Mereka menuntut pelaksanaan musorkablub, karena selama ini KONI Jember di bawah kepemimpinan Abdul Haris Afianto tidak mampu mengonsolidasi cabor-cabor dan memberikan dukungan dana kegiatan. “Kemudian ada beberapa pelanggaran AD-ART,” katanya.

“Semangat dan spirit cabor-cabor adalah olahraga. Olahraga menjunjung tinggi fair play dan sportivitas. Melihat situasi seperti ini dan melihat Jember menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi Jatim, maka mau tidak mau, cabor bergerak sebagai anggota KONI. Pergerakannya menyesuaikan aturan di AD-ART,” kata Agus.

Sekretaris KONI Jatim Suwanto mengatakan, pihaknya akan mengkaji usulan musorkablub tersebut. “Itu semua dipelajari dan dicermati oleh KONI Jatim. Setelah itu nanti akan diinformasikan kepada teman-teman pengusul,” katanya, Senin (17/5/2021).

Namun, Agus menilai, KONI Jatim seharusnya mengklarifikasi kepada pengusul musorkablub jauh-jauh hari. “Kenapa kok kurang sehari pelaksanaan musorkablub, surat itu muncul tanpa ada argumen yang mendasari?” katanya.

Padahal, sejak akhir Maret 2021, mosi tidak percaya sudah muncul dan usulan musorkablub sudah dilayangkan. “Artinya KONI Jatim tidak mempelajari dari awal ada persoalan apa, sehingga saat kami akan menggelar musorkablub justru mengeluarkan surat itu,” kata pria yang menjabat Ketua Harian Pengurus Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jember ini.

“Dalam waktu sepuluh menit, sebenarnya KONI Jatim kalau mau memverifikasi dan membaca data itu ya selesailah. KONI Jatim tidak tahu peta. Dengan 33 cabor yang menghendaki musorkablub, itu kan jelas: de facto. Kalau mereka membela tiga cabor kan lucu,” kata Agus.

“Tapi tidak apa-apa, kami hormati keputusan itu. Kami akan ubah acara hari ini untuk semakin menyolidkan cabor-cabor. Tema kami ubah menjadi konsolidasi cabor untuk persiapan menyongsong Porprov 2022,” katanya. [wir/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar