Iklan Banner Sukun
Olahraga

Thomas Frank, Sosok Cekatan Dibalik Kehebatan Brentford Musim Ini

Tangkapan Layar Twitter @BrentfordFC

Surabaya (beritajatim.com) – Klub yang baru saja promosi ke English Premier League yaitu Brentford telah menuai hasil yang lumayan di sepertiga awal musim 2021/22. Selain menjadi ancaman baru bagi tim papan atas Liga Inggris, Brentford pun jadi klub yang cukup melejit dari segi kekayaan.

Menyaksikan Brentford tahun ini di Liga Inggris barangkali membuat penggemar teringat akan klub Stoke. Bukan karena gaya bermain yang mirip american football, tapi karena Brentford selalu menyusahkan tim besar yang mereka dilawan.

Tim ini sudah dikenal banyak orang dari gaya sang owner Matthew Benham yang menggunakan pendekatan scientific dalam analisa sepakbolanya. Oleh karena itu, banyak yang menyebut Brentford sebagai versi “moneyball” dalam sepakbola.

Namun, satu sosok yang malah jarang dibahas sama media adalah sang pelatih Brentford sendiri, yaitu Thomas Frank yang bisa mengejawantahkan visi dari sang owner di lapangan. Mengenal sosok Thomas Frank, berikut ini urain sang pelatih yang mulai dilirik klub-klub top Eropa.

Pelatih Biasa Saja dan Lebih Banyak Menghabiskan Karir di Tim Junior

Frank sebenarnya bukan pelatih yang berjaya sebagai pemain atau belajar dari pelatih ternama layaknya karir Mourinho dan Andre Villas Boas. Karir frank sebagai pemain hanyalah seorang amatiran. Bahkan awal karir kepelatihannya sebagai pelatih hanya berkutat pada tim junior beberapa klub di Denmark yaitu Frederiksværk BK, Hvidovre IF, Boldklubben af 1893, dan Lyngby Boldklub.

Masuk Radar Tim Besar Setelah Ngelatih Brondby

Meski tampil buruk kala itu di piala dunia junior, Thomas Frank jelas membuat federasi dan juga beberapa klub di Denmark tertarik pada jasanya. Setelah 18 tahun melatih tim junior, dia lalu dipercaya untuk melatih Brondby dengan beberapa pemain senior seperti Agger, Elmander dan juga Pukki. Namun sayang, owner Brondby waktu merasa penampilan klub di lapangan kurang maksimal padahal konsisten di peringkat 3 dan masuk kompetisi Eropa.

Jadi Orang Di Belakang Layar Dari Evolusi Brentford

Karena pengalaman sebelumnya, Frank lalu dilirik Matthew Benham sebagai asisten pelatihnya Dean Smith di tahun 2016. Hubungan baik Benham dengan Denmark membuat Frank masuk radar Brentford. Frank dan Rasmus Ankersen, Director of Football dari Brentford mempertebal hubungan antara Denmark dengan Brentford yang memperbanyak pemain muda Denmark guna masuk ke klub. Sementar itu, Frank hadir sebagai perantara para pemain hingga masuk tim utama.

Buah Visi Benham dan Taktik Frank di Lapangan

Kapabilitasnya secara taktikal lantas membuat Brentford yang saat itu berada di posisi paling buncit Championship merangsek naik ke posisi 11. Klub itupun tidak terkalahkan selama 2 bulan.

Frank adalah tipikal pelatih yang adaptif dan suka bereksperimen dengan formasi andalan 3-4-3 dan juga 4-3-3 di lapangan. Berkolaborasi dengan tim statistik ala moneyball yang dimiliki Benham, bukan perkara sulit bagi Frank mengisi posisi pemain Brentford yang seringkali dibeli oleh klub-klub yang lebih besar.

Bermodalkan beberapa hal itu, Brentford akhirnya berhasil promosi dari divisi Championship ke Premier League. Penggabungan kejeniusan Frank di lapangan dan juga sistem yang digunakan Brentford pun menuai hasil. [dan/esd]


Apa Reaksi Anda?

Komentar