Iklan Banner Sukun
Olahraga

The New Golden Generation, Tim Dynamite Denmark Siap Meledak Di Piala Dunia

(Foto: Twitter, @simonkjaer1989)

Surabaya (beritajatim.com) – Menjelang perhelatan Piala Dunia 2022, banyak tim nasional sepakbola yang menunjukkan penampilan menjanjikan. Selain Timnas Itali, Spanyol dan Jerman yang makin nyaman dengan generasi-generasi mudanya, Timnas Denmark juga mulai menampilkan permainan yang konsisten.

Bahkan, dari 8 pertandingan yang mereka jalani di kualifikasi zona eropa, semuanya berhasil dimenangkan dengan mencatat 27 gol tanpa sekalipun kebobolan. Meski minim pemain dengan label bintang, banyak pengamat sepakbola percaya bahwa The Danish Dynamite akan di meledak di putaran final Piala DUnia Qatar 2022 dan mampu membuat kejutan.

Pencapaian ini pun menjadi yang pertama tahun 2002, Denmark berhasil memastikan diri lolos di 2 edisi Piala Dunia secara beruntun. Pasukan pelatih Kasper Hjulmand bisa mengamankan satu tiket ke Qatar usai kemenangan 1-0 atas Austria di laga ke-8 grup F kualifikasi zona Eropa.

Meski masih ada 2 laga tersisa, tapi poin The Danish Dynamite sudah tidak mungkin bisa dikejar Timnas pesaing. Timnas Denmark, sudah overpower dengan membabat habis 8 laga dengan kemenangan beruntun. Penjaga gawang andalan mereka, Kasper Schmeichel tercatat tidak pernah memungut bola dari gawangnya sekalipun. Schmeichel baru menghadapi 4 kali tembakan on target.

Memang, selama kurun 3 tahun terakhir jadi periode yang bagus bagi Timnas Denmark. Setelah dibawa Åge Hareide lolos ke EURO 2020 dengan catatan 34 laga tak terkalahkan, pelatih baru mereka, Kasper Hjulmand, juga tidak kalah cekatan. Berbekal pengalaman 25 tahun di bidang kepelatihan, Hjulmand memberi dampak besar ke Timnas Denmark.

Hjulmand melakukan regenerasi staf pelatih, kemudian menerapkan gaya sepak bola yang lebih modern, hingga memimpin timnya dengan kharismatik tinggi. Hjulmand cepat dihormati, sekaligus jadi penghubung bagi pemain senior maupun junior di Timnas.

Komposisi skuad Denmark sendiri memang tidak semewah Italia, Inggris atau Perancis. Namun, Timnas Denmark dipenuhi kecepatan dan fighting spirit tinggi. Perpaduan antara para pemain yang rutin tampil di level teratas seperti Simon Kjaer, Peter Schmeichel dengan para pemuda penuh semangat seperti Maehle, Damsgaard, dan Dolberg yang membuat tim ini tampil apik.

Ditambah, hubungan baik pemain dengan suporter juga jadi motivasi tersendiri. Apalagi sejak kolapsnya Eriksen di Euro 2020.Tim yang padu ini bisa jadi golden generation Denmark, dan secara kebetulan, juru taktiknya juga bukan orang sembarangan. Dibanding Belgia yang golden generationnya udah mulai berumur, bukan sesuatu yang tidak mungkin bila Denmark justru bisa bicara lebih banyak di Piala Dunia Qatar.

Sayangnya, di saat yang bersamaan, Christian Eriksen mesti menepi dan tidak bisa berkontribusi terhadap pencapaian rekan-rekannya. Meski begitu, Eriksen tetap memberi dukungan moral lewat supportnya di media sosial atau teks. Kini, Denmark berada di trek yang baik dan tinggal menuai hasil. Mungkin saja timnas Denmark akan melampaui torehan EURO 1992 di masa mendatang. [dan/tur]


Apa Reaksi Anda?

Komentar