Olahraga

Tersisih oleh Ronaldo, Ke Mana Dybala Bakal Berlabuh?

Milan (beritajatim.com) – Paulo Dybala dikabarkan bakal bergabung ke Manchester United. Ketimbang melanjutkan karier di MU, Dybala disarankan memilih Liverpool atau Manchester City. Apa alasannya?

Masa depan Dybala di Juventus masih belum pasti, ia tak menutup peluang untuk hengkang jika ada klub yang berani menjamin posisi starter musim depan.

Nama Dybala sempat dihubungkan dengan sejumlah klub besar Eropa mulai dari Real Madrid, Inter Milan dan terbaru Manchester United. Setan Merah dikabarkan ingin menukar Dybala dengan Romelu Lukaku dan siap memenuhi permintaan gajinya sebesar 9 juta Euro (155,6 miliar Rupiah) per musim.

Sejauh ini, belum ada keputusan apapun dari Dybala maupun Juve. Pemain asal Argentina itu berencana menemui pelatih Maurizio Sarri dan manajemen klub untuk membahas kelanjutan kariernya di Turin.

Sebelum memutuskan menerima tawaran MU, Dybala dapat masukan dari Andrea Dossena yang pernah memperkuat Liverpool dan Sunderland. Menurut Dossena, Dybala harus memikirkan secara matang karena Liga Premier Inggris tidak akan mudah bagi pemain baru.

“Semua ada di dalam kepalanya. Tentu saja, jika dia memilih meninggalkan Juve untuk pergi ke United, saya yakin dia akan melakukannya dan bisa mengambil keuntungan dari atmosfer di Liga Premier Inggris,” kata Dossena.

“Pastinya bukan pilihan mudah, sangat sulit untuk meninggalkan Juventus,” ia melanjutkan.

Lebih lanjut, jika Dybala bisa memilih ia disarankan bergabung ke Manchester City atau Liverpool. Alasannya, kata Dossena, kedua tim tersebut punya stabilitas ketimbang MU yang memungkinkan Dybala mudah beradaptasi.

“Kita membicarakan tim hebat di sepakbola. Manchester United belum siap meraih trofi di Eropa, jadi dia bisa saja bertahan di Juve di tengah kebimbangannya.”

“Jika ada tim yang bisa diperkuatnya di Inggris, maka itu harus Liverpool atau Manchester City. Saya yakin dia tidak ragu akan memilihnya.”

“United saat ini dalam proses membangun lagi, dan untuk alasan ini saya memahami jika dia masih ragu-ragu, peluangnya 50:50,” pungkasnya.

Sejak kedatangan Cristiano Ronaldo di awal musim 2018-19, Dybala kerap jadi pilihan kedua di bawah pelatih Massimiliano Allegri. Situasi tersebut menyebabkan menurunnya produktifitas gol, dari 42 pertandingan ia cuma bisa mencetak 10 gol. Padahal dari tiga musim sebelumnya, ia selalu bisa mengema lebih dari 20 gol dalam semusim. [but]

Sumber: inilah.com

Apa Reaksi Anda?

Komentar