Olahraga

Telat Digaji, Pemain Persid Jember Mogok Berlatih

Persid jember saat acara perkenalan resmi tim pada kompetisi Liga 3 Musim 2021.

Jember (beritajatim.com) – Para pemain Persid, klub sepak bola Liga 3 asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, mogok berlatih sejak Senin (5/9/2022) lalu. Gara-gara terlambat menerima gaji dari manajemen.

Ketua Harian Yayasan Wes Wayahe Jember Bangkit dan Manajer Persid Rezky Pratama Hermansyah mendapat informasi tersebut dari jajaran manajemen lainnya. “Ada laporan yang masuk ke saya, kalau anak-anak mogok. Ya sudah tidak apa-apa. Saya tidak bisa paksakan,” katanya, ditulis Minggu (11/9/2022).

Rezky mengatakan, keterlambatan hanya satu bulan. “Mekanisme penggajiannya begini. Juli kami mulai seleksi dan berlatih, kan dibayar pada Agustus. Habis ini yang September juga akan dibayar (untuk gaji selama berlatih pada bulan Agustus). Teman-teman tidak sabaran. Habis ini dibayar semua,” katanya.

Keterlambatan terjadi karena ada peralihan manajemen Persid. “Saya kan sudah tidak bisa meng-cover dari Jakarta. Kami masih belum bisa sebutkan nama (manajer baru). Sebentar lagi masuk tahap finalisasi. Setelah itu ya sudah, hak-hak akan dipenuhi. Jadi mohon bersabar,” kata pria yang berprofesi dokter ini.

Pergantian manajer harus segera dilakukan, karena Rezky tidak bisa intensif mendampingi Persid. Ia harus lebih banyak menghabiskan waktu bekerja di Jakarta. Nantinya jajaran manajemen akan dirombak total untuk menyongsong kompetisi Liga 3. “Kami cari manajemen baru yang lebih oke. Tapi memang harus ada penyelesaian seperti serah terima dan laporan pertanggungjawaban,” katanya.

Saat ini, skuat Persid sudah lengkap terdiri atas 21 orang dengan dilatih Slamet Sampurno. Namun Rezky belum bisa memastikan jadwal perkenalan resmi tim/ “Kami masih menunggu kepastian jadwal dari PSSI Jawa Timur. Launching biasanya dilakukan seminggu sebelum kick-off bergulir,” katanya.

Gejolak di tubuh Persid ini diharapkan Rezky tak berdampak serius dalam persiapan tim. “Dalam sepak bola gejolak-gejolak seperti itu ada. Kami selesaikan, dan anak-anak kembali (berlatih) lagi. Sesimpel itu,” katanya. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar