Olahraga

Porprov Jatim 2019

Tekuk Lamongan, Voli Putra Banyuwangi Penuhi Ambisi Raih Perunggu

Banyuwangi (beritajatim.com) – Tim bola voli putra Banyuwangi berhasil memenuhi ambisi meraih medali. Pada perebutan medali perunggu, mereka mampu menekuk tim Lamongan dengan skor 3-1. Langkah Erick Cantona dan kawan-kawan seketika tegak, karena mampu membuktikan kerja keras official, pelatih dan pemain untuk merebut gelar.

Jalannya pertandingan, pada set pertama anak asuh M Yusuf nampaknya terlambat panas. Beberapa kali serangan mereka mampu dimentahkan oleh barisan pertahanan Lamongan.

Hingga time out ke dua, Banyuwangi tertinggal 16-12. Hingga babak pertama berakhir, Lare-lare osing harus mengakui keunggulan Lamongan dengan skor 25-23.

Pada babak kedua, permainan Banyuwangi bangkit. Meskipun, sesekali terjadi hasil imbang. Saling susul skor terjadi pada pertandingan ini. Hingga akhirnya, Fathur Cs mampu memaksa imbang dengan memenangi babak kedua dengan skor 21-25.

Pada babak ketiga, permainan anak-anak dari Bumi Blambangan ini semakin berkembang. Serangan mereka tak terbendung. Bahkan, memaksa Lamongan kualahan.

Didukung langsung oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto di GOR Bojonegoro, Erick dan kawan-kawan melumat habis lawannya dengan skor 15-25.

Tak jauh berbeda dengan set ketiga. Pada set penentuan ini, permainan atraktif yang kerap ditunjukkan Lamongan justru tak kunjung muncul. Kontra strategi dengan melalukan pergantian pemain oleh tim pelatih pun juga tak berjalan efektif. Poin demi poin justru didapat tim Banyuwangi dari kesalahan pemain mereka sendiri.

Hingga akhirnya, mereka menyerah dan mengakui keunggulan Banyuwangi dengan skor mencolok 18-25. “Babak pertama anak-anak terlambat panas, karena kurang pemanasan. Mereka tiba di GOR terlambat, dan sampai sini langsung main,” kata Pelatih Bola Voli Banyuwangi, M. Yusuf, Jumat (12/7/2019).

Hasil ini, kata Yusuf, menjadi bonus perjuangan anak asuhnya. Di tengah keterbatasan, mereka mampu menunjukkan permaian terbaik dan ambisi prestasi. “Kita instruksikan main lepas, keluarkan semua kekuatan demi membawa pulang 1 medali. Mau tidak mau, kita harus bisa dari pada hampa tanpa gelar,” pungkasnya. (rin/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar