Iklan Banner Sukun
Olahraga

Targetkan Lolos ke Porprov Jatim, Tim Pencak Silat Kota Surabaya Mohon Doa Restu

Tim pencak silat kota Surabaya dalam gelaran Pra Porprov di Bojonegoro, Jawa Timur

Surabaya (beritajatim.com) – Tim pencak silat Kota Surabaya tengah berjuang untuk lolos Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Jawa Timur VII yang digelar di Lumajang pada Juni 2022 mendatang. Saat ini kontingen Kota Surabaya bersaing dengan para atlet pencak silat dari 33 kota dan kabupaten se-Jatim mengamankan tiket Porprov Jatim di GOR Utama, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.

Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Surabaya, Bambang Haryo Soekartono, mengungkapkan saat ini ada 11 nomor yang dipertandingkan. Kota Surabaya sendiri menyisakan 6 pertandingan.

Sementara, target 10 klas sudah dilewati dengan mulus. Sehingga, Bambang menyatakan peluang kontingen Pencak Silat Kota Surabaya untuk lolos ke Porprov Jatim cukup besar.

“Target 10 klas yang lolos sudah terlewati, kita masih ada 6 pertandingan, kami dari IPSI Kota Surabaya baik pengurus, tim pelatih, serta atlet silat mohon doa restu kepada masyarakat Kota Surabaya agar peluang tersisa masih akan dipertandingkan hari ini dan besok bisa direbut oleh tim pesilat dari Surabaya,” ungkap Bambang Haryo, Sabtu (21/5/2022).

Bambang melanjutkan setelah pra-Porprov, atlet pencak silat Kota Surabaya akan kembali menjalani pemusatan latihan. Langkah ini dilakukan agar target menjadi juara umum di Porprov VII ini bisa diraih kontingen pencak silat Kota Surabaya.

Bahkan dalam waktu dekat para atlet ini akan diajak keliling Kota Surabaya untuk memohon doa restu jelang Porprov Juni nanti.

“Setelah pertandingan pra-Porprov ini tim pencak silat Surabaya akan berlatih lebih giat untuk bisa mewujudkan sebagai juara umum di Porprov 2022 di Lumajang,” imbuhnya.

Kegiatan pada saat ini diikuti 33 kabupaten kota se-Jatim dengan jumlah atlet sebanyak 525 orang. Penyebutan jumlah 33 kabupaten kota ini karena empat kabupaten lainnnya merupakan tuan rumah yaitu Kabupaten Jember, Lumajang, Bondowoso, dan Situbondo.

Sesuai ketentuan yang ada, terhadap tuan rumah penyelenggara maka dinyatakan lolos non-tanding. Artinya, tidak disertakan dalam pertandingan di Pra Porprov termasuk Bojonegoro. [way/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar