Olahraga

Tarcisio Burgnich, Si Batu yang Bawa Italia Juara Eropa 1968

Tarcisio Burgnich

Malang (beritajatim.com)–  “Seorang juara Piala Eropa yang hebat meninggalkan kita semua,” begitu kata Presiden Federasi Sepak Bola Italia atau FIGC, Gabriele Gravina.

Ungkapan itu ditujukan bagi mendiang  Tarcisio Burgnich yang tutup usia pada Rabu 26 Mei 2021. Burgnich mangkat di usia 82 tahun, tiga pekan sebelum Timnas Italia memulai debutnya di Euro 2020 melawan Turki pada 12 Juni 2021 di Stadion Olimpiade Roma.

Tarcisio Burgnich, salah satu bek terbaik dalam sejarah sepak bola Italia. Burgnich, berperan besar ketika Italia menjuarai Piala Eropa 1968. Dua tahun berselang, Burgnich kembali membawa Italia wakil juara dunia di tahun 1970. Ketika itu, Burgnich menjadi tembok kuat Azzuri melawan Brazil dengan mega bintangnya, Pele.

“Kami menjadi juara Eropa yang hebat. Kematiannya adalah satu lagi luka yang menimpa hati para penggemar Azzurri dan semua penggemar sepak bola. Dengan kekuatan dan tekadnya ia telah menulis halaman-halaman indah dalam sejarah sepak bola Italia,” kata Gravina.

Burgnich pernah melatih Bologna. Semua kejuaraan yang dijadwalkan minggu ini di Italia dan Euro 2020 nanti, Timnas Italia akan mengheningkan cipta satu menit.

Pada Timnas Italia, Burgnich memakai nomor punggung 5. Ia dijuluki ‘Batu’ karena kekuatan fisiknya dan kemampuannya untuk menjaga lawan. Adalah Armando Picchi, rekan setimnya di Inter dan tim nasional Italia yang memberinya julukan itu. Tembok Batu. Penjaga pertahanan Azzuri yang susah ditembus lawan. Si Batu, telah merumput bersama timnas Italia sebanyak 66 kali, dan mencetak gol pada pertandingan Piala Dunia 1970.

Tarcisio Burgnich lahir pada tanggal 25 April 1939 di Ruda, sebuah kota kecil di provinsi Udine, Italia. Dijuluki “Roccia” atau Batu karena kemampuan fisiknya yang luar biasa. Ia dibesarkan di tim muda Udinese dan melakukan debutnya di Serie A pada 2 Juni 1959. Ketika itu, Burgnich baru berumur 20 tahun.

Selain Udinese, Burgnich berkostum Juventus, Palermo, Inter dan Napoli. Kehadiran si Tembok Batu dalam tim yang dibelanya, sukses meraih Piala Champions, dua Piala Interkontinental, lima kali Scudetto dan satu Piala Italia.

 

Tarcisio Burgnich

Di timnas Italia, Burgnich membuat 66 penampilan dan mencetak 2 gol. Membawa Italia Juara Eropa tahun 1968, serta Wakil Juara Dunia pada tahun 1970. Gol yang tak terlupakan dicetak Burgnich ketika melawan Jerman.

Pada akhir tahun 1970, Burgnich memulai karir sebagai pelatih, melakukan debutnya di Bologna pada musim 1981/82 dari pelatih tim nasional saat ini Roberto Mancini. Selain Bologna, Burgnich juga pernah melatih Livorno, Catanzaro, Como, Genoa, Vicenza, Cremonese, Salernitana, Foggia, Lucchese dan Ternana, hingga pengalaman terakhirnya pada tahun 2001 silam di Pescara.

Kini, kemeja biru nomer 5 yang menjadi icon punggung si Batu itu, tersimpan di Museum Sepak Bola Italia selamanya. Kaos biru yang dikenakan oleh bek selama kualifikasi untuk fase final Kejuaraan Eropa 1968, menjadi saksi kehebatan Tembok Batu, Burgnich.

Museum Del Calcio Italia menyimpan kaos biru nomor 5 yang dikenakan Burgnich pada tahun 1968. Bahwa, Bek tangguh di masanya itu sebagai orang yang rendah hati dalam olahraga dan kehidupan. Meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dan nyata dalam sejarah sepak bola. Burgnich pergi pada malam peringatan 50 tahun kematian Armando Picchi. Jersey biru dua pemain hebat tak terlupakan itu, kini berada di Museum. Saling berhadapan. Seolah-olah diikat oleh seutas benang, sejarah, dan tidak akan pernah terputus.

Bersama Giacinto Facchetti kawan setimnya di lini pertahanan Italia, Burgnich menjadi Tembok Batu yang kuat pada tiga kejuaraan dunia tahun 1966, 1970 dan 1974. Dari 66 pertandingan yang dimainkan tim Azzurri, 58 kali pertandingan dilakoni Burgnich dan Facchetii bersama-sama dalam satu tim. Keduanya, menjelma palang pintu terkuat Azzuri yang tak terpisahkan. (yog/ted)



Apa Reaksi Anda?

Komentar