Olahraga

Tak Tertulis, Inilah Alasan Pemain Boleh Bawa Pulang Bola Setelah Cetak Hat Trick

(Foto: Twitter, @masonmount_10)

Surabaya (beritajatim.com) – Matchday ke-9 Liga Premier Inggris pekan lalu, dihiasi dengan terjadinya dua hat trick. Pertama dicetak oleh Mason Mount ketika Chelsea berhasil menggulung Norwich City 7 gol tanpa balas. Kedua, ketika Mohamed Salah melengkapi kemenangan Liverpool 5 gol tanpa balas di Old Trafford kontra Mancester United.

Kedua pemain ini di akhir laga pun tampak membawa pulang bola yang mereka gunakan untuk bertanding. Hal ini sudah menjadi tradisi di lapangan hijau, sekaligus sebagai bentuk apresiasi dan kenang-kenangan. Jorginho lah yang menyodorkan bola ke Mount untuk di bawa pulang. Sedangkan Salah, diberi bola oleh Van Dijk.

Memang, sebenarnya tidak ada peraturan tertulis yang mengharuskan pencetak hat-trickmasonmount_10 membawa pulang bola pertandingan sebagai bentuk kenang-kenangan. Namun ternyata, kebiasaan ini sudah marak dilakukan di berbagai ajang kompetisi sepakbola profesional.

Berhubung tidak ada peraturan resmi tentang bola yang dibawa pulang pemain hattrick, penerapan itu pun tidak selalu konsisten pada beberapa liga. Pada intinya, andaikan pencetak hattrick ingin membawa pulang bola, maka diperbolehkan.

Namun jika tidak bersedia membawa pulang bola juga tidak masalah. Hal itu bergantung pada keinginan dari sang pemain saja. Pernah ada kejadian yang dalam satu pertandingan ada dua pemain yang mencetak hat-trick.

Misalnya pada awal Januari 2004, ketika Juventus bermain imbang 3-3 di kandang Empoli. Tommaso Rocchi yang mencatat hat-trick untuk tuan rumah, sementara itu ada nama David Trezeguet mampu mencetak hat-trick bagi sang tamu yaitu Juventus.

Kala itu, Rocchi menjadi pemain yang berhak mendapatkan bola pertandingan, sementara Trezeguet tidak. Hal ini terjadi karena Rocchi mencetak hat-trick lebih dahulu yaitu menit ke-62, sementara itu Trezeguet baru bisa mencetak hat-trick di menit ke-76.

Selain kasus tadi, pada bulan Februari 2016 terjadi kejadian serupa, bedanya dua pemain yang mencetak hattrick dari satu klub. Saat Barcelona menghajar Valencia dengan skor 7-0 di ajang Copa del Rey Spanyol, Luis Suárez mencetak empat gol alias quattrick, sedangkan Lionel Messi mencetak tiga gol atau hattrick. Pada akhir pertandingan, baik Suárez maupun Messi sama-sama mendapatkan bola pertandingan.

Lain halnya dengan yang terjadi pada Ibrahimovic. Saat dirinya masih bermain untuk Paris Saint-Germain berhasil menang 4-1 melawan Lorient di bulan Maret 2015. Namun wasit yaitu Tony Chapron lupa jika Zlatan berhasil mencatat hattrick.

Zlatan sebenarnya ingat dan bahkan menghampiri wasit untuk meminta bola. Meski begitu, sang wasit tetap tidak bersedia memberikan bola tersebut, yang membuat keduanya sempat adu mulut kecil. Hingga pada akhirnya Ibra berhasil mendapatkan bola itu.

Itulah beberapa kejadian unik yang pernah dialami saat seorang pemain mendapat hattrick dalam sebuah pertandingan. Intinya bola diberikan pada pencetak hattrick sebagai bentuk apresiasi. [dan/tur]

Apa Reaksi Anda?

Komentar