Iklan Banner Sukun
Olahraga

Sepak Bola Grup C Porprov VII Jatim

Tak Bisa Coba Lapangan, Pelatih Pasuruan Subangkit Kecewa

Subangkit, legenda Persebaya Surabaya yang menjadi pelatih Kabupaten Pasuruan

Jember (beritajatim.com) – Tidak adanya kesempatan mencoba lapangan Notohadinegoro membuat pemain tim sepak bola Kabupaten Pasuruan sempat mengalami kesulitan beradaptasi, dalam pertandingan pertama cabang olahraga sepak bola Grup C Pekan Olahraga Provinsi VII Jawa Timur, di Kabupaten Jember, Jumat (17/6/2022) sore.

“Dari awal saya sudah kecewa, karena kami tidak melakukan pemanasan di lapangan. Kami langsung main melawan Jombang. Pemanasan kurang waktu itu,” keluh Subangkit, pelatih tim sepak bola Kabupaten Pasuruan, usai pertandingan.

Sementara itu, lanjut Subangkit, untuk melakukan pemanasan di ruang ganti juga sulit, karena masih dipakai tim yang bertanding pada jam sebelumnya yakni Kota Malang. “Pemanasannya tidak ada. Masa mau di luar stadion yang penuh orang? Panitia kurang siap, tidak memperhitungkan ini. Apalagi habis hujan, adaptasi lapangan kurang sekali,” katanya.

“Idealnya kalau kita mau bertanding besok, hari ini seharusnya sudah mencoba lapangan. Ini tidak boleh. Kami sebenarnya sudah datang ke Jember H-2 dengan harapan bisa mencoba lapangan, eh ternyata tidak dapat. Kami belum tahu lapangan seperti apa, sejak kami datang kemarin. Apalagi tadi itu hujan. Kami langsung main begitu pertandingan pertama selesai,” kata Subangkit.

Tidak adanya waktu pemanasan di lapangan untuk tim Pasuruan dan Jombang ini, tak lepas dari molornya waktu pertandingan akibat insiden pada pertandingan jam pertama antara Jember melawan Kota Malang. Total pertandingan tersebut mendapat tambahan waktu hingga delapan menit karena sempat terjadi perkelahian antarpemain.

Dengan situasi tak ideal ini, Pasuruan sempat tertinggal 0-2 dari Jombang pada babak pertama. Dua gol Jombang dicetak Kaka Sheva Nahdliyin pada menit 14 dan Adi Pratono pada menit 43. Namun Pasuruan bangkit pada babak kedua dan membalik keadaan menjadi 3-2 melalui gol Rizky Wahyu Widodo pada menit 57 dan Ali Mashori pada menit 74 dan 75.

“Kalau kurang pemanasan dan adaptasi ya seperti itu. Apalagi Jombang tim bagus. Mereka berani memainkan bola dalam situasi ditekan. Mereka bermain simpel tapi efektif. Anak-anak juga kurang melakukan pressure. Tapi hampir sepanjang babak kedua, kami menyerang terus. Gol tinggal tunggu waktu,” kata Subangkit.

Subangkit berharap anak-anak asuhnya sudah bisa langsung beradaptasi dengan kondisi lapangan dalam pertandingan berikutnya. “Kami sudah tahu kondisi lapangan seperti apa, sehingga menyesuaikan diri,” katanya. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar