Olahraga

Susah Dapat Sponsor, Bupati Hendy Buka Peluang APBD untuk Persid Jember

Persid jember saat acara perkenalan resmi tim pada kompetisi Liga 3 Musim 2021.

Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto membuka peluang penggunaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk membiayai klub sepak bola Persid berkompetisi pada musim mendatang. Tentunya dengan catatan Persid masih berada di Liga 3 yang berstatus kompetisi amatir.

Sejak dipegang Yayasan Wes Wayahe Jember Bangkit, Persid Jember tidak mendapat suntikan APBD pada masa pemerintahan Bupati Hendy Siswanto. Tahun ini Persid juga masih akan dibiayai tanpa APBD. “Ini masih dikeroyok-keroyok, urunan. Mudah-mudahan cepat mendapat sponsor,” kata Hendy, ditulis Selasa (4/10/2022).

“Tahun kemarin kami yang pegang langsung (secara pribadi, red), anggarannya cukup besar. Harapan kami ada sponsor masuk, ternyata belum ada sponsor yang masuk. Kalau ada sponsor, silakan. Kita rame-rame bergotong-royong,” kata Hendy.

Hendy mengatakan, anaknya Aruna mau membantu Persid. “Pembiayaannya cukup lumayan. Per bulannya ratusan juta rupiah,” katanya.

Hendy meminta masyarakat Jember tetap percaya diri terhadap Persid. “Kalau tahun ini kurang maksimal, masih ada dua musim kompetisi yakni 2023 dan 2024. Mungkin kalau sponsor sulit, saya masukkan bantuan dari APBD tahun depan, karena biayanya cukup besar,” katanya.

Hendy menawarkan kepada perusahaan-perusahaan di Jember agar mau menyuntikkan investasi ke Persid. “Saya tetap akan bantu. Keluarga Seven Dream (grup bisnis Hendy, red) tetap akan bantu, support, karena kami juga cinta bola,” katanya.

Menurut Hendy, butuh biaya lebih dari Rp 2 miliar jika Persid ingin berprestasi. “Kalau asal main, sekitar Rp 700-800 juta,” katanya. Yang jelas Persid harus tetap hidup dan bisa mengikuti kompetisi resmi sepak bola. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar