Olahraga

Surat Yayasan Persid Jember ke Bupati Picu Kontroversi di Dewan Pembina

Ketua Dewan Pembina Yayasan Persid Jember Suparno

Jember (beritajatim.com) – Perpecahan terjadi di tubuh Yayasan Persid Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Isi surat yang dikirimkan Ketua Dewan Pembina Yayasan Suparno ke Bupati Hendy Siswanto rupanya tidak disepakati anggota dewan pembina lainnya.

Surat itu terdiri atas dua lembar. Lembar pertama berisi penolakan pembubaran Yayasan Persid Jember. Dewan Pembina bersikukuh dualisme terjadi pada organ pengurus, maka pembubaran dilakukan hanya pada pengurus dan bukan yayasan. Dewan Pembina juga beranggapan, bahwa belum ada alasan dan landasan kuat untuk pembubaran Yayasan Persid Jember.

Pada lembar kedua, Dewan Pembina mengusulkan Yayasan Persid Jember tetap berdiri dan ada bupati masuk sebagai ketua pembina sekaligus pengendali yayasan. Pengisian organ personal dan pengurus diserahkan sepenuhnya kepada bupati.

Surat tersebut menjawab keinginan Bupati Hendy Siswanto untuk merombak total personel Yayasan Persid Jember mulai dari dewan pembina, dewan pengawas, hingga dewan pengurus, jika memang pembubaran yayasan tidak jadi opsi. Keinginan itu disampaikan dalam pertemuan di Pendapa Wahyawibawagraha, Minggu (6/6/2021).

Ahmad Halim, anggota dewan pembina dari unsur DPRD Jember, menyatakan surat itu tidak sesuai dengan kesepakatan dewan pembina. “Sebenarnya kami sudah berkomitmen bahwa pembina sepakat menyerahkan sepenuhnya Yayasan Persid Jember ini ke bupati,” katanya, Kamis (10/6/2021).

Halim mengaku sudah menanyakan ke Suparno. “Pak Suparno mengaku salah kirim redaksi (isi surat),” katanya.

Sebenarnya, menurut Halim, keputusan empat anggota dewan pembina yang menyerahkan yayasan sepenuhnya ke bupati sudah bisa jadi acuan. “Kami akan berkirim surat lagi untuk membetulkan redaksional isi surat, kalau memang betul-betul salah redaksi,” katanya.

“Tapi jika Pak Parno sebagai Ketua Dewan Pembina masih kukuh, maka kami akan membuat berita acara tersendiri bahwa empat suara pembina menginginkan murni yayasan dikembalikan ke bupati. Sementara satu suara bersikukuh. Ini bisa dijadikan landasan oleh bupati untuk ambil sikap bahwa yayasan sudah murni kembali ke bupati dan bupati berhak mengambil alih,” kata Halim.

Suparno belum menjawab pertanyaan via WhatsApp yang disodorkan beritajatim.com. Namun Agus Rizky, salah satu anggota Dewan Pembina, membenarkan apa yang dilontarkan Halim. “Betul tadi malam rapat di rumah Pak Wagino (anggota Dewan Pembina), Pak Parno juga sudah setuju. Dia bilang hanya kesalahan redaksi. Pada hakikatnya yayasan sudah diserahkan kepada bupati. Tapi saya minta harus tegas menyatakan diserahkan, dan semua sudah setuju,” kata Agus. [wir/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar