Olahraga

Suporter PSMP Mojokerto Gelar Fun Football dan Ziarah Makam Pendiri The Lasmojo

Fun football antara eks pemain PSMP dengan suporter di Stadion Gajah Mada Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. [Foto : istimewa]

Mojokerto (beritajatim.com) – Fun football bareng eks para pemain PS Mojokerto Putra (PSMP) digelar di Stadion Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Fun football digelar suporter tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Mojokerto dalam rangka hari jadi PSMP ke 20.

Tepat tanggal 21 Maret, tim berjuluk The Laskar Mojopahit (Lasmojo) genap berusia 20 tahun. Di tengah sanksi larangan bermain tiga tahun dari Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), selain fun football digelar juga ziarah ke makam salah satu pendiri PSMP, Marlan Wibisono.

Salah satu suporter, Ooz mengatakan, merayakan hari jadi ke 20 suporter bersama para eks pemain PSMP menggelar fun football. ” Tadi pagi, kita mengelar fun football dengan eks pemain PSMP. Seperti Wage Dwi Aryo , Feri Ugot, Heru dan lainnya. Laga berakhir 3-3,” ungkapnya, Minggu (21/3/2021).

Menurutnya, laga bersifat eksibisi sehingga digelar dengan santai dan sebagai ajang nostalgia antar eks pemain PSMP dengan supporter. Namun karena masih dalam masa pandemi sehingga supporter yang datang juga dibatasi. Bahkan agenda tidak di share agar tidak banyak suporter yang datang.

“Kita tidak umumkan kalau ada laga karena untuk menghindari banyaknya suporter yang datang. Bahkan, di tengah-tengah laga sebagain suporter ziarah ke makam Almarhum Abah Marlan, salah satu pendiri PSMP di Bangsal. Karena kita tidak ingin terjadi kerumunan saat merayakan hari jadi,” katanya.

Jika setiap tahun selalu digelar acara untuk memperingati hari jadi PSMP dengan pesta dengan menghadirkan banyak suporter namun, dua tahun ini hal tersebut tidak digelar. Menyusul pandemi Covid-19 belum berakhir dan agar tidak terjadi kerumunan saat perayaan hari jadi PSMP.

“Nanti malam sudah tidak ada acara, tiup lilin seperti tahun-tahun sebelumnya. Hanya fun football dan ziarah saja, itu digelar di waktu yang sama dengan hanya perwakilan saja yang terlibat. Karena kita tidak ingin terjadi kerumunan, kita berharap pandemi segera berakhir,” ujarnya.

Tak hanya berharap pandemi segera berakhir, di satu tahun sisa sanksi yang harus diterima PSMP, suporter berharap PSMP bisa kembali berlaga di musim mendatang. Terkait kasta, meski berharap tetap di Liga 2 namun suporter mengaku tetap mendukung dimanapun PSMP berada.

“Harapannya kalau tahun ini, tidak bisa main karena juga Liga belum bergulir tapi ini tahun terakhir sehingga kita berharap tahun depan bisa berlaga. Kita berharap tetap di Liga 2 tapi jika harus turun kasta, tidak ada masalah bagi kita. Di kasta 3 atau 2, kita tetap mendukung PSMP,” tegasnya.

Menurutnya, yang terpenting PSMP bisa kembali berlaga di sepak bola nasional dan tetap menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Mojokerto. [tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar