Olahraga

Suporter Ancam Boikot Persibo Bojonegoro

Aksi Suporter Persibo Bojonegoro Bersatu di Depan Kantor DPRD Bojonegoro Senin (14/6/2021).

Bojonegoro (beritajatim.com) – Koordinator Suporter Persibo Bojonegoro Arif Setyawan mengatakan akan melakukan boikot penuh terhadap klub Persibo Bojonegoro jika tuntutan yang sudah disampaikan elemen suporter pada Senin (14/6/2021) kepada manajemen tidak digubris.

Di antara tuntutan elemen suporter yang terdiri dari Boromania, Drago Tifoso Curna Nord, maupun Tribun Kidul, adalah manajemen harus membuat surat kesepakatan tanda tangan bermaterai untuk target lolos liga 2 dan jika tidak lolos maka wajib mengundurkan diri.

 

Tuntutan elemen suporter itu, menurutnya, bukan tidak berdasar. Arif mengatakan, adanya tuntutan tersebut karena suporter sudah merasa tidak percaya dengan manajemen lama yang sudah lepas tangan kini kembali memegang klub kebanggan mereka.

“Kesepakatan ini untuk memberikan kembali kepercayaan suporter, namun jika tidak ada kesepakatan tertulis kita semua akan boikot baik dari pertandingan maupun menghentikan pembelian jersey dan merchandise klub,” ujarnya, Selasa (22/6/2021).

Menurutnya, pihak manajemen yang dipegang oleh Abdullah Umar ini belum bisa memberi kembali kepercayaan kepada suporter. Padahal, lanjut dia, Persibo ini tidak bisa lepas dari kesatuan, baik manajemen, pemain dan suporter.

“Tetapi saat ini justru manajemen malah meninggalkan suporter. Tapi ya biarkan jika manajemen punya rencana seperti itu,” terangnya.

Pihak suporter sendiri mengaku juga sudah memiliki gambaran untuk mengisi jajaran pemain maupun pelatih klub berjuluk Laskar Angling Dharma. “Jika manajemen hanya mengandalkan seleksi, maka akan sulit untuk berkembang, apalagi target persibo ini sekarang sudah bukan lagi pembinaan pemain tetapi sudah target kompetisi (menang),” tegasnya.

Sementara Chief Executive Officer (CEO) Persibo Bojonegoro Abdullah Umar mengatakan, jika ada suporter yang akan melakukan boikot, hal itu sudah menjadi hak mereka. Apalagi tuntutan suporter, menurutnya, ini juga tidak konsisten.

“Prinsipnya mereka ingin Persibo bangkit dan naik liga 2. Suporter juga banyak masuk pada wilayah manajemen, padahal 3 tahun pengelolaan, kita libatkan total,” jelasnya.

Sementara, menurut Umar, penyerahan kepemilikan dan pengelolaan kepada Pemkab Bojonegoro sebelumnya juga merupakan dorongan dan desakan suporter. Namun, setelah melakukan berbagai pertimbangan, Pemkab tidak boleh intervensi. “Ini kan repot dan tidak konsisten,” tegas Politisi PKB Bojonegoro ini.

“Soal target liga 2 kita lihat proses persiapan manajemen, pelatih dan pemain untuk menyiapkan itu. Ekspektasi suporter ini sesuai tidak dengan yang dilakukan manajemen, serius atau tidak bisa dilihat dari situ nanti,” pungkasnya. [lus/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar