Olahraga

Stadion Gelora Madura Terancam Tak Lolos Verifikasi

Pamekasan (beritajatim.com) – Salah satu markas Madura United FC, Stadion Gelora Madura Rato Pamelingan Pamekasan, terancam tidak bisa dijadikan sebagai venue kompetisi kasta tertinggi sepakbola Indonesia, Liga 1 musim 2020.

Hal tersebut berdasar hasil uji kelayakan yang dilakukan oleh Tim Verifikator PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai regulator kompetisi Liga 1 2020, bahkan dari 15 laporan layak dengan catatan, dua di antaranya justru dinyatakan tidak layak.

“Ada beberapa catatan dari Tim Survei LIB agar Stadion (Gelora Madura) Pamekasan bisa ditempati, bahkan ada dua poin yang dinyatakan tidak layak, yakni gawang dan tangga stadion. Dua catatan ini dinyatakan tidak layak karena menyangkut kondisi di lapangan dan bangunan di Stadion,” kata Media Officer Madura United FC, Tabri S Munir, Senin (24/2/2020).

Keberadaan gawang yang dianggap tidak layak karena tidak adanya gawang cadangan di stadion milik Pemkab Pamekasan yang diklaim berkasitas sebanyak 15 ribu penonton. “Jadi soal gawang ini menjadi poin utama, termasuk tangga stadion yang dianggap membahayakan. Sehingga disebut tidak layak,” ungkapnya.

“Sementara untuk 13 poin lainnya itu masih dinyatakan layak, itupun dengan catatan. Bahkan kita juga mendapatkan deadline dari untuk segera memperbaiki status layak dengan catatan, selanjutnya dikirim ke PT LIB khususnya tim Verifikator,” jelasnya.

Memang selama ini, tim berjuluk Laskar Sape Kerrab menggunakan Stadion Gelora Madura sebagai markas selain Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Namun sejak Juli 2019 lalu, Madura United bermarkas di Bangkalan, karena Stadion Pamekasan, tengah dalam proses perbaikan.

Selanjutnya, stadion yang terletak di Desa Ceguk, Tlanakan, diurus oleh pemkab Pamekasan dalam hal ini Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) setempat. Hanya saja pihak terkait justru mengabaikan perawatan, sehingga kondisi stadion terlihat semakin tidak terawat, bahkan rumput liar juga tumbuh subur, ditambah kondisi lapangan yang kembali bergelombang.

“Dari itu, jika berbagai kekurangan ini tidak bisa dilengkapi secepatnya. Kemungkinan besar kami tidak bisa menggelar pertandingan Liga 1 tahun ini di Pamekasan. Hal itu tentunya menjadi konsekuensi yang harus kita terima,” pungkasnya.

Memang seyogyanya keberadaan Stadion Gelora Madura Rato Pamelingan, sudah disepakati bersama Pemkab Pamekasan untuk dikelola PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB) sejak 19 April 2019 lalu. Namun perjanjian kerjasama alias PKS antara Dispora Pamekasan dan PT PBMB, baru ditanda tangani pada 30 Desember 2019 lalu.

Hanya saja pada 31 Januari 2020, pihak PT PBMB melalui sang direktur, Zia Ul Haq Abdurrahim menyatakan tarik diri sebagai pengelola Stadion Gelora Madura, karena adanya desahan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, bersama sejumulah oknum LSM yang mengaku siap mengelola stadion. [pin/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar