Olahraga

Stadion GBT Sudah Mendekati Standar FIFA

Surabaya (beritajatim.com) – Sejumlah stadion di Jawa Timur memang bisa digunakan untuk pertandingan, namun ada kriteria khusus untuk digunakan pertandingan internasional.

Jika berkaca pada kriteria yang ditetapkan oleh FIFA, hanya Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya yang memenuhi kriteria FIFA sebagai stadion yang layak untuk pertandingan internasional. Hal ini disampaikan oleh anggota Exco PSSI pusat, Ahmad Riyadh.

“Stadion Gelora Bung Tomo yang mendekati standar FIFA untuk menggelar Piala Dunia U-20 tahun 2021. Jika berkaca dari regulasi FIFA, maka saat ini hanya ada beberapa stadion di Indonesia yang memenuhi syarat dari segi kapasitas stadion dan single seat,” kata Riyadh menjelaskan, Selasa (5/11/2019).

“Jika dirinci, 40.000 penonton (35.000 single seat) untuk fase grup hingga perempatfinal. Kemudian 60.000 penonton untuk semifinal dan perebutan tempat ketiga, dan 80.000 penonton untuk opening ceremony dan final,” katanya menambahkan.

Gelora Bung Tomo hampir mendekati standar tersebut jika dibanding empat stadion besar di Jawa Timur yang diajukan oleh Gubernur Jatim. Yakni, Kanjuruhan Malang, Surajaya Lamongan, Gelora Delta Sidoarjo, dan Surajaya Lamongan.

“Ya memang yang mendekati saat ini hanya Stadion GBT, tidak ada lagi, meski butuh beberapa pembenahan yang harus segera dikerjakan dan diselesaikan dalam waktu setahun ini,” kata Riyadh.

Riyadh mengatakan Stadion GBT hanya butuh beberapa pembenahan, seperti lampu, kursi single seat, papan skor digital dan perawatan rumput. Selain itu juga harus didukung dengan infrastruktur yang memadai.

Ia mencontohkan, jalan menuju stadion juga harus lebar dan layak. Tapi hal itu dirasa Riyadh, Pemkot Surabaya tak mengalami kesulitan soal ini, karena ketika bertemu dengan Sekjen PSSI Ratu Tisha Destria Wali Kota Surabaya menyanggupi pembangunan itu.

“Tapi kan masih ada waktu satu tahun untuk memperbaiki ini dan infrastrukturnya dan jalan kita lihat bangunnya juga sudah disiapkan, karena ini untuk menyongsong Piala Dunia U-20 tahun 2021,” imbuh dia.

Selain itu, mengenai bau sampah di Stadion GBT, Riyadh menyebut itu adalah masalah kecil. Karena Pemkot Surabaya pasti saat ini sudah memiliki solusi untuk menghilangkan bau tersebut.

“Soal sampah, nanti akan disiapkan teknologi yang terbaik termasuk infrastruktur. Kemarin bu Wali Kota bilang Surabaya sangat oll out sekali menyiapkan ini,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua PSSI Jatim ini.

Saat ini Pemkot Surabaya sudah menganggarkan perbaikan lapangan Stadion Gelora 10 November dan Lapangan Karanggayam sebesar Rp 25 miliar. Kedua tempat ini diproyeksikan untuk tempat latihan timnas.

Riyadh menyebut semua itu dilakukan hanya untuk mewujudkan mimpi masyarakat Surabaya dan Jawa Timur, untuk ditempati event Piala Dunia U-20 tahun 2021. “Harapan saya mari satukan tujuan untuk bisa memperbaiki dan menyiapkan Piala Dunia U-20 tahun 2021. Mumpung masih ada waktu satu tahun, ayo dimaksimalkan,” pungkas Riyadh. [way/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar