Olahraga

Sparing Game di Stadion Gajah Mada, Ada Calon Investor Baru PSMP?

Sparing game yang digelar calon investor PSMP di Stadion Gajah Mada Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto.

Mojokerto (beritajatim.com)Sparing game terlihat di Stadion Gajah Mada, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto, Minggu (10/1/2021) sore. Padahal di tengah pandemi Covid-19, kompetisi sepak bola terhenti sejak musim lalu. Sementara PS Mojokerto Putra (PSMP) sendiri masih ada sanksi dari Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Komdis PSSI).

Dari informasi yang dihimpun beritajatim.com, ada calon investor yang masuk untuk mengelola tim berjuluk The Laskar Mojopahit (Lasmojo). Dialah Muhammad Yusuf, mantan Manager Persem Kota Mojokerto. Ia mulai terlihat di tim dengan home base di Stadion Gajah Mada ini sejak awal 2021.

Sejumlah sparing game ia gelar di beberapa kota setiap minggunya dengan melibatkan sejumlah pemain di Liga I. Ini dilakukan selain persiapan PSMP kembali berlaga di kompetisi nasional musim depan pasca sanksi tiga tahun, juga untuk memberikan motivasi kepada pemain yang ada di tengah pandemi Covid-19.

Ditemui usai sparing dengan Persik Kediri, Muhammad Yusuf menjelaskan, tujuannya menggelar sejumlah sparing game di sejumlah kota di Jawa Timur. “Ini cuma ekspedisi saja, kita kumpulkan. Belum (teken kontrak dengan pemain). Kita peduli sama teman-teman pemain bola di Liga I. Pandemi, kompetisi libur otomatis pemasukan tidak ada,” ungkapnya.

Masih kata Yusuf, ia ingin memberikan motivasi ke pemain nasional, yakni di Liga I untuk tetap menjaga kondisi dan tetap semangat dengan mengajak sparing game ke sejumlah kota. Selain itu juga mengimbau agar selalu menaati anjuran pemerintah di tengah pandemi Covid-19. Untuk itu, setiap sparing game digelar tidak menghadirkan suporter atau penonton di stadion.

“Ini kan tiap 1 minggu sekali kita adakan, jadi ada beberapa kota/kabupaten menjadi tujuan, terutama yang stadionnya bagus-bagus. Kita sengaja kumpulkan pemain-pemain yang bertaraf nasional, seperti Hanif Sjahbandi, Hansamu Yama, jadi kita kumpulkan setiap minggu, kita bikin komunitas,” katanya.

Menurutnya, di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini, mencari tempat latihan pemain sepak bola cukup susah. Sehingga ia memberikan motivasi kepada para pemain dengan mengajak sparing game ke sejumlah kota/kabupaten yang memiliki stadion bagus dengan harapan kondisi para pemain tetap terjaga serta persiapan PSMP musim depan.

“Sekarang di dunia sepak bola berhenti, ada yang gojek segala macam, kan kasihan. Kita peduli saja terhadap mereka sekaligus menjaga kondisi. Sekarang cari tempat latihan saja susah, insya Allah kondisi mereka tetap terjaga dan mentalitasnya juga. Pemerintah juga tidak mengulirkan kompetisi di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya.

Yusuf menambahkan, jika dipercaya mengelola PSMP ke depannya maka ia akan kelola dengan baik dan melibatkan pemain putra daerah. Diakuinya, selain di Kabupaten Mojokerto banyak berdiri perusahaan besar, putra daerah yang terjun di sepak bola juga cukup banyak. Seperti Hansamu Yama Prana dan Feby Eka Putra.

“Jika saya dikasih kesempatan untuk masuk ke PSMP, ya insya Allah kita kelola dengan baik dan targetnya ya bisa dilihat sendiri ini kan seperti ini. Mau saya sih, targetnya PSMP lolos dari sanksi tahun ini. Minimal liga 2, kalau bisa Liga 1. Mojokerto ini banyak perusahaan, banyak bibit-bibit yang diambil dari daerah lain,” tegasnya.

Sementara itu, Presiden Klub PSMP, Firman Efendi┬ámembenarkan, Muhammad Yusuf merupakan calon investor baru PSMP. “Iya benar, sebelumnya sudah bertemu dan menyampaikan maksudnya. Rencananya memang dipegang Mas Yusuf,” pungkasnya.

Sebelumnya, tim kebanggaan masyarakat Kabupaten Mojokerto ini diberikan sanksi larangan bermain selama satu tahun di kompetisi nasional karena terlibat match-fixing. Ini setelah Indra Setiawan dkk mendapatkan pinalti saat menghadapi Aceh United pada 19 November 2018.

Tendangan Krisna Adi yang melenceng ke kiri gawang tim berjuluk Laskar Iskandar Muda. Skor tipis 3-2 dari tuan rumah Aceh United membuat PSMP gagal melaju ke babak empat besar Liga 2 2018. PSMP pun mendapat sanksi larangan bermain satu tahun di kompetisi nasional.

Melalui kuasa hukumnya, Muhammad Sholeh, PSMP mengajukan banding karena menilai sanksi yang diberikan tanpa meminta keterangan ke manajemen PSMP terlebih dahulu. Namun banding PSMP justru membuat hukuman PSMP bertambah menjadi tiga tahun. [tin/suf]



Apa Reaksi Anda?

Komentar

beritajatim TV

Pizza Meat Lover Menu Berbuka Favorit Anak

Resep Rawon Iga Lunak Cocok untuk Berbuka

Pameran Lukisan Anak Berkebutuhan Khusus

beritajatim Foto

Air Terjun Telunjuk Raung

Foto-foto Longsor di Ngetos Nganjuk