Olahraga

Spanduk Protes Soal Persid Terpasang, Ini Kata Bupati Jember

Jember (beritajatim.com) – Dua spanduk protes terhadap Yayasan Persid Jember terpasang di Jembatan Jompo depan kediaman pribadi Bupati Hendy Siswanto, di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Salah satunya bertuliskan: ‘Bubarkan Yayasan Persid Jember! Ruwet Thok Gak Berprestasi’.

Persid memang saat ini tengah dilanda konflik dualisme yayasan antara kepengurusan yang diketuai Sholahuddin Amulloh dengan Sunardi. Konflik ini membuat Persid terancam tidak bisa berkompetisi di Liga 3 tahun ini.

Budi Hariyanto, salah satu anggota Berni, tidak tahu siapa yang memasang spanduk itu. “Tidak ada yang tahu siapa yang memasang dan kami tidak bisa mengontrol. Tapi pembubaran yayasan sudah jadi suara teman-teman Berni dari dulu. Kalau yayasan tidak mampu bawa Persid lebih baik, maka harus dibubarkan,” katanya.

“Kami tidak pernah menyuruh kawan-kawan melakukan itu. Mungkin ada gerakan tak terbentung dari kawan-kawan Berni yang risih melihat kondisi sekarang. Menurut saya sih sah-sah saja. Namanya saja pendapat masyarakat,” katanya.

Budi mengatakan, konflik internal Yayasan Persid Jember terlalu berlarut-larut. “Yayasan harus bubar. Harapan kami Persid dikembalikan kepada bupati. Tergantung nanti bagaimana pertemuan yayasan versi Sunardi dengan kepengurusan Sholahuddin. Tapi intinya kami ingin Persid lebih baik. Terserah siapa pengurusnya,” katanya.

Spanduk ini berhasil membetot perhatian Hendy. Dia meminta kelompok suporter sepak bola Berni (Jember Brani) agar tetap menjaga kondusivitas di Jember. Konflik internal di tubuh klub sepak bola Persid Jember harus disikapi dewasa. “Sebaiknya tidak perlu membuat spanduk-spanduk seperti itu. Kami berharap di ruang publik tampilkan pemandangan yang bagus-bagus, bukan kalimat keras seperti itu,” katanya.

“Ingat, itu bukan dibaca orang Jember saja, tapi orang luar Jember juga baca. Apa jadinya penilaian mereka terhadap Jember?” kata Hendy.

Hendy menyatakan siap melayani semua pihak yang sedang bertikai. “Silahkan datang dan jangan bertengkar di jalanan, karena semua itu bisa didiskusikan dengan baik jika ingin Jember bangkit semuanya, terutama perekonomiannya,” katanya.

Budi mengatakan, sudah berkomunikasi dengan anggota Berni lainnya agar tak melakukan pemasangan spanduk seperti itu lagi. Sebenarnya Berni sempat berharap kinerja Yayasan Persid Jember membaik, setelah Sholahuddin yang merupakan anggota kelompok suporter itu dipilih menjadi ketua kepengurusan yayasan oleh dewan pembina.

“Kami beri kesempatan. Tapi ternyata setelah hampir dua tahun kok tidak ada apa-apa. Kami minta Mas Jo (sapaan Sholahuddin) untuk mengundurkan diri dari yayasan jika yayasan tidak bisa membawa Persid lebih baik,” kata Budi. [wir/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar