Olahraga

Sosok Legenda Persebaya di Mata Pemain Asal Jember

Jember (beritajatim.com) – Santoso Pribadi, legenda Persebaya Surabaya, adalah motivator ulung bagi pemain-pemain muda. Ini dirasakan beberapa pemain asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang memperkuat tim kebanggaan mereka Persid.

Selepas pensiun sebagai pemain, Santoso yang pernah memperkuat Persebaya pada 1974-1979 ini melatih Persid beberapa musim. Dia juga melatih beberapa tim seperti Jember United maupun tim amatir lainnya untuk kejuaraan tertentu.

Iwan Sampurno, mantan kapten Persid, adalah salah satu pemain muda yang merasakan sentuhan Santoso. “Pengalaman berkesan saya saat bergabung dengan Persid pertama kali, beliau selalu memberi dukungan dan semangat. Saya waktu itu pemain paling muda. Berkat bimbingan beliau, saya jadi seperti ini,” katanya.

Di mata Iwan, Santoso adalah sosok yang sulit digantikan. “Beliau pelatih yang bisa membimbing anak-anak muda menjadi pemain yang lebih baik,” katanya.

Pesan Santoso kepada Iwan: jangan mudah putus asa, selalu berusaga dan berlatih, jangan sombong, tetap rendah hati.

Santoso senantiasa menanamkan semangat juang tinggi kepada anak-anak asuhnya. “Beliau pelatih yang baik. Pelatih yang mempunyai semangat juang tinggi. Beliau sangat ramah dan hampir tidak pernah memarahi saya,” kata Faisol Yunus, mantan pemain Jember United dan Persid.

Faisol pernah merasakan sentuhan Santoso saat memperkuat tim Jember dalam salah satu turnamen di Malang. Saat itu tim asal Jember menjadi juara.

Santoso Pribadi meninggal dunia setelah terkena serangan jantung saat berlatih bulu tangkis, di Jember, Sabtu (23/2/2019) pagi. Pria berusia 68 tahun ini meninggalkan tiga anak dan tiga cucu. (wir/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar