Olahraga

Setelah Lepas Tangan, Umar Kelola Kembali Manajemen Persibo, Ini Sikap Suporter

Audiensi Suporter Persibo Bojonegoro Bersatu bersama CEO Persibo Abdullah Umar dan Sally Atyasasmi serta Sukur Priyanto di kantor DPRD.

Bojonegoro (beritajatim.com) – CEO Persibo Bojonegoro Abdullah Umar dan Sekretaris Persibo Bojonegoro Sally Atyasasmi pada April 2020 lalu telah menyerahkan sepenuhnya kepemilikan dan pengelolaan klub berjuluk Laskar Angling Darma kepada Pemkab Bojonegoro.

Namun, setelah senter muncul nama Sukur Priyanto yang akan mengelola manajemen baru, tiba-tiba keduanya mengambil alih kembali manajemen dan mendaftarkan klub ke Liga 3 PSSI Jatim 2021. Sikap manajemen lama tersebut memancing suporter melakukan aksi demo tepat setelah klub didaftarkan, Senin (14/6/2021).

Menanggapi aksi demo yang dilakukan oleh Kelompok Suporter Persibo Bersatu, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga menjabat sebagai CEO lama Persibo menyebut bahwa runtutan awalnya CEO berkirim surat untuk menyerahkan kepemilikan dan pengelolaan kepada Pemkab Bojonegoro adalah sesuai keinginan suporter.

Pemkab setelah itu mendisposisikan kepada Dinpora untuk melakukan proses pemilihan manajemen baru. Namun, setelah dilakukan kajian, komunikasi dan lain sebagainya ada beberapa penawar yang ingin mengelola Persibo, namun dari perjalanan itu prosesnya berubah-ubah hingga tidak ada kepastian.

“Ada beberapa nama seperti Yanuar, kemudian Aristo. Ternyata nama yang muncul ini belum siap secara pengelolaan. Akhirnya manajemen lama dipanggil oleh Dinpora dan disuruh mengelola kembali. Dari pengelolaan, manajemen, keuangan kita sudah siap,” ujar Umar.

Umar mengklaim bahwa saat ini baik dari segi finansial maupun manajemen tim sudah tidak ada masalah. Pihaknya mengaku sudah melakukan rapat manajemen termasuk membentuk tim teknis khusus. “Kalau muncul nama itu (Sukur Priyanto) gak usah digiring ke arah sana lah. Nanti hasilnya bagaimana posisi manajemen dan pengelolaan kedepan kita sampaikan,” ungkapnya.

Pihaknya mengaku tidak main-main untuk mendaftarkan klub berjuluk Laskar Angling Darma untuk mengikuti kompetisi Liga 3 PSSI Jatim. Termasuk menyiapkan dana untuk menuju ke target liga 2. “Untuk musim ini kita pastikan kesiapan semuanya clear tidak ada kaitannya lagi dengan kesulitan dana dan target liga 2,” tegasnya.

Menyikapi hal itu, perwakilan suporter Persibo Bojonegoro Bersatu Arif Setiawan menyesali sikap Umar yang dinilai kurang kooperatif terhadap elemen suporter. Hal itu kemudian yang dinilai membuat suporter harus mencari alternatif lain untuk mencari pengganti CEO lama. Namun, setelah menunjuk Sukur Priyanto sebagai CEO baru ternyata manajemen lama kembali datang.

“Dari pernyataan pak Umar yang menyatakan mundur itu kemudian suporter bergerak mencari pengganti. Setelah kami mendatangi banyak pihak dan tidak ada yang bersedia, akhirnya kami mendatangi pak Sukur,” ujarnya.

Setelah beberapa beberapa kali mendatangi Sukur Priyanto yang notabene juga merupakan Wakil Ketua DPRD Bojonegoro itu akhirnya bersedia dan suporter sepakat mengangkat politisi Partai Demokrat itu menjadi CEO. “Dan pak sukur ini mau memberikan support dalam bentuk apapun, sehingga silakan digandeng jika tidak jadi melepaskan Persibo,” ungkapnya.

Suporter berharap bahwa dalam manajemen Persibo kali ini memang orang-orang yang peduli terhadap sepakbola di Bojonegoro. Sehingga siapapun yang peduli bisa digandeng. “Intinya siapapun manajemen Persibo ini jangan justru memojokkan suporter,” tegasnya.

Sementara Sukur Priyanto mengaku bukan orang yang ambisius memegang Persibo. Kesediaannya menjadi CEO Persibo ini menurutnya karena elemen suporter beberapa kali mendatanginya. Namun, dengan sikap Umar dan Sally yang kembali memegang CEO Persibo ini merupakan pukulan tersendiri baginya.

“Alasan saya bersedia karena sudah ada pengunduran diri dari Mas Umar dan Mbak Sally, besok-besok kalau membuat surat pernyataan dipikir matang-matang. Karena dampak itu suporter keliling mencari pengganti dan setelah mendapat pengganti kalian kembali,” tegasnya. [lus/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar