Olahraga

Serunya Berkuda Sambil Memanah

Banyuwangi (beritajatim.com) – Puluhan atlet Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) se eks-karesidenan Besuki, mengikuti lomba land archery dan horseback archery di lapangan AIL, Blimbingsari, Banyuwangi. Meski di tengah pandemi, acara digelar dengan menerapkan protokol kesehatan Covid 19.

Peserta juga dibatasi dengan tetap memperhatikan kondisi di lapangan. Sehingga diupayakan tidak terjadi kerumunan. Meski demikian tidak mengurangi keseruan lomba yang pertama kali digelar ini.

Lomba diawali dengan pertandingan memanah sasaran di lapangan. Kegiatan tanpa dengan menunggang kuda.

Ketangkasan dalam membidik sasaran paling banyak menjadi pemenang. Mengambil jarak sekitar 50 meter, para atlet diminta memanah tepat di titik sasaran.

“Ada tiga warna, yang masing-masing ada poinnya. Merah atau tepat di tengah itu nilainya 3, kuning 2, dan hijau 1. Siapa paling banyak itu pemenangnya,” kata Ketua Pordasi Banyuwangi, Slamet Riyadi, Senin (14/12/2020).

Sementara itu tak kalah seru perlombaan memanah dengan menunggang kuda atau dalam istilah olahraga ini disebut horseback archery. Keseimbangan, kecakapan, dalam berkuda sangat diutamakan. Termasuk ketepatan dalam membidik sasaran juga menjadi salah bagian penting lainnya.

“Atlet menunggang kuda dengan kecepatan tinggi, kemudian ada lima bagian sasaran anak panah yang dibagi dengan jarak tertentu. Atlet harus bisa mengenai sasaran itu untuk dapat poin,”

“Ada juga sasaran lain yang harus dikerjakan para atlet. Tetap dengan menunggang kuda, tapi mereka harus membawa senjata semacam tombak dan pedang. Siapa yang tepat itu yang dapat poin,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Bos Baba sapaan akrab Slamet Riyadi menyebut, tujuan dari kegiatan ini tidak lain untuk mencari atlet berkuda di Banyuwangi. Sehingga tak salah, dalam lomba kali ini tuan rumah menurunkan banyak atlet.

Salah satunya Jazila Yasmin. Atlet berkuda perempuan satu-satunya di Banyuwangi yang kerap menjadi andalan Pordasi Bumi Blambangan.

“Sudah sejak 3 SD sudah mulai pegang kuda. Hingga sekarang terus menggeluti olahraga ini,” katanya.

Saat ini, Yasmin telah menduduki kelas XII SMA. Pengalaman dalam berkuda cukup banyak.

“Sudah pernah ikut beberapa kejuaraan, meski belum beruntung dalam prestasi,” cetusnya.

Hal yang sulit dalam olahraga berkuda, kata Yasmin, yaitu menjaga keseimbangan. Atlet berkuda juga harus tau chemistry dengan sang kuda.

“Perlahan, biasanya butuh tiga bulan baru benar-benar bisa. Paling sulit saat berlatih horseback archery, karena atlet harus lepas tangan saat beraksi. Kuda berlari, atlet juga harus menarik busur untuk membidik sasaran,” pungkasnya. [rin/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar