Iklan Banner Sukun
Olahraga

Sepak Bola Wanita Porprov, Malang dan Banyuwangi Lawan Berat Jember

Tim sepak bola wanita Jember sedang berlatih

Jember (beritajatim.com) – Tim sepak bola putri Kabupaten Jember tergabung dalam Grup A dengan tim Kota Malang, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Banyuwangi, dalam Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur (Porprov Jatim).

Pertandingan Grup A akan dilaksanakan di Stadion Jember Sport Garden pada 19-26 Juni 2022. Laga perdana dilaksanakan antara Jember melawan Banyuwangi, pada 19 Juni, pukul 13.00 WIB. “Kami buta kekuatan tim lawan,” kata Denny Aryanto, pelatih tim sepak bola putri Jember, Kamis (16/6/2022).

Kota Malang ditopang tim sepak bola Arema Putri. “Banyuwangi memiliki persiapan matang. Gresik kami belum tahu kekuatannya. Rata-rata kami belum tahu kekuatan lawan karena baru kali ini sepak bola putri dipertandingkan dalam porprov,” kata Denny.

Tim sepak bola putri Jember sudah melakukan persiapan selama dua bulan. “Alhamdulillah, dengan rangkaian latihan dan uji coba, anak-anak mengalami progress yang cukup baik. Naik terus. Mulai dari uji coba kami cari lawan yang berat hingga ringan di akhir menjelang pertandingan kick off. Hasilnya memuaskan,” kata Denny.

Denny kini berkonsentrasi mengasah penyelesaian akhir lini depan tim Jember. “Insya Allah kami ada dua tiga kali pertemuan lagi,” katanya.

Denny tetap percaya diri. “Karena ini tujuh tim, dengan perjalanan anak-anak dan uji coba, saya punya target juara. Kalau melihat kapasitas tim wanita yang beda dengan pria, semua berat. Tapi melihat persiapan Kota Malang yang punya tim liga yang biasa ikut kompetisi dan Banyuwangi yang punya persoapan lama, insya Allah dua tim itu yang harus jadi perhatian penuh,” katanya.

Denny memperkirakan sebenarnya semua tim tidak siap, karena faktor mendadaknya keputusan untuk mempertandingkan cabor sepak bola wanita. ‘Awalnya yang dipertandingkan adalah futsal putri. Jadi banyak pemain bagus-bagus yang terjaring oleh tim futsal putri, karena awalnya sepak bola putri tidak dipertandingkan oleh PSSI, karena hasil buruk tim nasional tempo hari,” katanya.

Begitu ada keputusan mempertandingkan cabor sepak bola wanita, Denny segera bergerak merekrut pemain. “Kami hanya mendapatkan pemain-pemain sisa hasil seleksi futsal putri. Nota bene tim ini dibatasi usia maksimal kelahiran 2000. Pemain-pemain kami masih belia dan minim pengalaman, karena banyak yang sudah terjaring di futsal. Saya rasa semua tim memiliki kendala yang sama,” katanya. [wir/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar