Iklan Banner Sukun
Olahraga

Sentilan Bos Madura United untuk Piala Presiden 2022

Pamekasan (beritajatim.com) – Turnamen pra musim bertajuk Piala Presiden 2022 yang melibatkan sebanyak 18 klub kontestan Liga 1, dipastikan kick off dan berlangsung di Stadion Manahan, Solo, pada Sabtu (11/6/2022) mendatang.

Bahkan seluruh klub kontestan Liga 1, juga sudah tercatat dalam empat grup berbeda. Meliputi sebanyak lima klub di Grup A Babak Penyisihan, yakni Dewa United FC, Persis Solo, Persita Tangerang, PSS Sleman, serta PSIS Semarang.

Lima tim lainnya tergabung di Grup B, yakni Barito Putera, Borno FC, Madura United FC, Persija Jakarta, Rans Nusantara FC. Disusul empat tim di Grup C, yakni Bali United FC, Bhayangkara FC, Persebaya Surabaya, serta Persib Bandung. Sedangkan di Grup D, terdapat empat tim berbeda; Arema FC, Persik Kediri, Persikabo 1973, serta PSM Makassar.

Mereka akan bertanding di empat stadion berbeda pada babak penyisihan, Grup A akan bertanding di Stadion Manahan Solo, Grup B akan digelar di Stadion Segiri Samarinda, Grup C di Stadion Bandung Lautan Api, serta Grup D di Stadion Kanjuruhan Malang.

Hanya saja, proses persiapan pelaksanaan turnamen pra musim Piala Presiden 2022 justru mendapat sorotan dari berbagai pihak. Salah satunya dari Presiden Madura United FC, Achsanul Qosasi yang menilai panitia turnamen belum sepenuhnya menghormati klub peserta.

“Hargailah sepakbola itu seutuhnya, jangan hanya sebagai bisnis tontonan dan dijual. Sejujurnya yang punya Piala Presiden itu adalah klub, karena klub yang membiayai artis dan panggungnya. Sementara ‘mereka’ hanya membiayai kemasan dan menjual, dan tiketnya dibeli suporter klub dan jutaan penggemar sepakbola,” kata Achsanul Qosasi, dikutip dari selah satu jejaring media sosial (medsos) pribadinya, Rabu (8/6/2022).

Terlebih saat ini hampir semua klub masih dalam tahap persiapan, sekalipun beragam aturan dan regulasi belum sepenuhnya siap. “Pada Piala Presiden ini, klub belum mendapat sponsor. Sepakbola (Piala Presiden) jangan dihargai murah dengan subsidi,” ungkapnya.

“Hanya saja kita tetap bersyukur dengan adanya Piala Presiden, namun kenapa mereka tidak membiayai sepenuhnya dan kenapa klub yang harus keluar biaya. Enak betul mereka, mereka dapat banyak dan klub hanya mendapat ‘subsidi’,” pungkasnya. [pin/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar