Olahraga

Selain Legalitas, Calon Investor PSMP Fokus Sanksi

Calon investor PSMP, Muhammad Yusuf Andre.

Mojokerto (beritajatim.com) – Setelah tak lagi mengelola Persema Kota Mojokerto, Muhammad Yusuf Andre saat ini tengah menjajaki Tim PS Mojokerto Putra (PSMP). Calon investor tim berjuluk The Laskar Mojopahit (Lasmojo) ini mengaku fokus sanksi yang diterima PSMP selain legalisir.

Yusuf ingin mengelola PSMP dengan tujuan ingin mengembalikan PSMP pasca sanksi yang diterima tim PSMP tersebut. Keseriusannya ditunjukkan dengan menggelar sejumlah sparing game bersama pemain Liga 1 ke sejumlah kabupaten/kota setiap minggunya.

Ini dilakukan untuk memperkenalkan tim dengan home base di Stadion Gajah Mada di Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto ke para pemain Tim Nasional (Timnas). Seperti Hansamu Yama Pranata, Feby Eka Putra, Rendi Irwan, Putu Gede, Hanif Sjahbandi.

Selain memperkenalkan kepada pemain di Liga 1, ini dilakukan sebagai persiapan PSMP kembali berlaga di kompetisi nasional musim depan pasca sanksi tiga tahun yang dijatuhkan Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Kondisi PSSI).

“Saya sudah tidak lagi mengelola Persem Kota Mojokerto sejak tahun 2018 lalu. Tujuan saya mungkin di MP (PSMP). Saya orang Mojokerto, Persem dan PSMP merupakan tim dari Mojokerto. Kasihan MP (PSMP) kalau dipegang orang yang tidak jelas. Soal sanksi tidak ada masalah. Akan kita ikuti,” ungkapnya, Senin (18/1/2021).


Yusuf menambahkan, sebagai investor di dunia sepak bola ia ingin mencari tantangan baru. Menurutnya, ia suka tantangan dengan sanksi yang masih harus dijalani PSMP menjadi tantangan tersendiri. Status PSMP yang sudah berbadan hukum yakni Perseroan Terbatas (PT) menjadi alasan selanjutnya.

“Yang jelas itu, MP (PSMP) itu statusnya sudah jelas. Tidak tergantung ke APBD, tim profesional jadi full kita membiayai itu juga enak. Semua kewajiban dan tanggungjawab itu tidak mengaitkan ke Askot. Di dunia olahraga itu, nomor satu adalah komitmen. Masih menjajaki tapi ada wacana kesitu. Investor itu sifatnya masyarakat welcome, kita masuk karena sepak bola itu buang-buang uang,” ujarnya.

Masih kata Yusuf, saat ini ia fokus sanksi yang diterima dijatuhkan Komisi Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Komdis PSSI). Ia berharap, PSMP di musim kompetisi 2021 sudah bisa terbebas dari sanksi sehingga saat pemerintah kembali mengulirkan kompetisi, PSMP sudah bisa berlaga.

“Selain legalitas, saat ini fokus sanksi dan mudah-mudahan tahun depan kita terbebas sanksi. Maksimal tahun ini bisa ikut mudah-mudahan, jika diputar. Kalau turun Liga 3 tidak apa-apa, kalau mau cepat kita cari grup Liga 2 yang pengelolaannya sama dengan kita. Kalau bisa kita beli, kita jadikan satu sama MP (PSMP),” tegasnya.

Tentunya hal tersebut jika ia dipercaya mengelola PSMP kedepannya. Yusuf berjanji akan mengelola dengan baik dan melibatkan pemain putra daerah. Diakuinya, selain di Kabupaten Mojokerto banyak berdiri perusahaan besar, putra daerah yang terjun di sepak bola juga cukup banyak. Seperti Hansamu Yama Pranata dan Feby Eka Putra.

“Jika saya dikasih kesempatan untuk masuk ke PSMP, ya insya Allah kita kelola dengan baik dan targetnya ya bisa dilihat sendiri ini kan seperti ini. Mau saya sih, targetnya PSMP lolos dari sanksi tahun ini. Minimal liga 2, kalau bisa Liga 1. Mojokerto ini banyak perusahaan, banyak bibit-bibit yang diambil dari daerah lain,” pungkasnya. [tin/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar