Olahraga

Sejak Awal, Jember Enggan Jadi Tuan Rumah Sepak Bola Porprov

Jember (beritajatim.com) – Tim Kabupaten Jember akhirnya masuk Grup B melawan Pamekasan, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Kediri dalam babak kualifikasi sepak bola Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur, pada 1, 2, 4 Maret 2019.

Babak kualifikasi diikuti 27 kota dan kabupaten yang terbagi dalam tujuh grup. Enam grup berisi empat tim dan satu grup berisi tiga tim. Tujuh daerah ditunjuk menjadi tuan rumah babak kualifikasi pada 1, 2, dan 4 Maret 2019 adalah Kota Batu, Lumajang, Kota Malang, Kota Blitar, Kabupaten Pasuruan, Sidoarjo dan Pamekasan.

Setiap kota berkesempatan menjadi tuan rumah kualifikasi. Namun Askab PSSI Jember sejak awal tak mau mengajukan diri jadi tuan rumah. “Kalau kami ambil, biaya bisa bengkak lagi,” kata Ketua Asosiasi Sepakbola Kabupaten (Askab) PSSI Jember Sutikno.

Askab saat ini sibuk mencari donatur untuk membantu pembiayaan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur. Kendala biaya diharapkan tak mengendorkan semangat pemain.

“Mulai seleksi, training center, uji coba, (biaya) mandiri. Teman-teman berusaha mencari donatur, baik teman-teman media massa, dari pertandingan uji coba barangkali ada simpatisan-simpatisan,” kata Sutikno.

Menurut Sutikno, untuk seleksi saja, biaya yang dihabiskan bisa mencapai Rp 30 juta. “Tapi dengan mendatangkan tim-tim yang bagus (untuk uji coba), biaya bisa membengkak menjadi Rp 50-70 juta, untuk persiapan saja,” jelasnya.

Kualifikasi sepak bola Porprov Jatim berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya. Jika sebelumnya menggunakan sistem regional, maka saat ini semua tim peserta berpotensi untuk bertemu dalam satu grup. “Waktu technical meeting akhirnya disepakati acak, mau masuk grup mana acak. Suara terbanyak menghendaki acak,” kata Sutikno. [wir/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar