Olahraga

Sanksi Dicabut PSSI, Yuli Sumpil pun Buka Suara

Malang (beritajatim.com) – Komite Eksekutif PSSI menghapuskan sanksi bagi dua Aremania, yakni Yuli Sumpil dan Fandi. Ia dibebaskan dari hukuman larangan masuk ke stadion selama seumur hidup di Liga 1.

Yuli Sumpil adalah dirigen Aremania. Bersama Fandi ia disanksi lantaran dianggap memprovokasi pemain Persebaya musim lalu. Dengan penghapusan sanksi, pemilik nama asli Yuli Sugiarto itu bakal kembali memimpin Aremania di Liga 1.

Yuli Sumpil menganggap penghapusan sanksi merupakan anugerah dari tuhan. Awalnya ia mengaku siap menjalani sanksi yang ia terima. Namun, ia kini diselimuti rasa bahagia. Sebab, jelang bergulirnya Liga 1 pada Mei mendatang sanksi dirinya dihapuskan.

“Terlepas dari itu, saya sudah siap sepenuhnya soal proses hukuman dan saya siap jalani sepenuhnya. Kembali lagi mungkin ini jalan saya dari Allah SWT. Menurutku ini keadilan, yang memberikan yang kuasa,” kata Yuli, Sabtu, (2/3/2019).

Yuli menegaskan sejak awal dirinya tak pernah berupaya melakukan banding atas hukuman yang dijatuhkan Komdis PSSI. Tawaran banding justru datang dari Manajemen Arema FC. Namun, Yuli memilih santai dan tak terlalu ngeyel melakukan banding.

“Saya pernah diajak diskusi manajemen soal banding. Setelah dipanggil ke kantor ya sudah tak ada obrolan lagi. Saya sudah sampaikan ke media. Saya tidak pernah meminta atau mengajak manajemen atau Aremania banding atau demo,” papar Yuli.

Yuli mengatakan, sedari awal dirinya disanksi tak pernah melakukan komunikasi dengan PSSI. Ia mengaku legowo, menurutnya sanksi bagian dari perjalanan hidup seorang suporter. Yuli pun juga tak memunafikan diri, ia mengaku sangat senang mendengar kabar dirinya bebas dari hukuman.

“Sanksi dihapus kembali lagi ya alhamdulillah. Kemarin cobaan dari yang kuasa kuat atau tidak saya yang jalani. Munafik kalau saya tidak ngomong tidak lega. Pertama ya, waduh enggak bisa nonton Arema lagi, disanksi. Tapi sekarang sudah lega kan sudah dicabut,” tandasnya. [luc/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar