Olahraga

Sah Dilantik, Ketua KONI: Saatnya Bersatu Majukan Prestasi

Ketua Harian KONI Jawa Timur M. Nabil melantik pengurus KONI Banyuwangi di Pelinggih Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Jumat (22/11/2019)

Banyuwangi (beritajatim.com) – Pengurus Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Banyuwangi periode 2019-2023 resmi dilantik oleh Ketua Harian KONI Jawa Timur, M. Nabil di Pelinggihan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi. Ketua umum terpilih pada periode ini adalah Mukayin yang sebelumnya menjabat sebagai sekretaris umum KONI Banyuwangi.

Ia terpilih dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten beberapa waktu lalu. Mukayin dalam sambutannya usai pelantikan mengatakan saatnya seluruh pengurus harmonis dengan stakeholder demi mewujudkan prestasi olahraga Banyuwangi.

“Proses Musorkab sudah berlalu, lupakan sakit hati jangan lupakan silaturahmi. Saya tidak pernah ingin menjadi ketua KONI yang harus ditempatkan layaknya pemimpin. Hari ini saya memposisikan diri sama dengan teman-teman, saya bukan pemimpin saya sama dengan anda,”

“Dinamika perbedaan hal biasa. Kalau ingin anggaran besar, kuncinya harmonis. Endapkan ego, kebersamaan yang kita jalin,” ungkap Mukayin, Jumat (22/11/2019).

Di depan para undangan, Mukayin membeberkan sejumlah prestasi dan pencapaian cabor di Banyuwangi. Maupun pencapaian terkait pengaturan administrasi pembagian dana anggaran.”Perbedaan KONI Banyuwangi dibandingkan dengan KONI kabupaten lainnya. Cabor di Banyuwangi semua unggulan,” ujarnya.

“Saya dulu sebagai sekretaris umum membuat sistem mengelompokkan cabor unggulan, tapi setelah jalan malah hasilnya jeblok. Jadi kalau mau unggul ya harus berasal dari cabor itu sendiri. Kemudian kami menciptakan adanya aplikasi ploting anggaran, untuk meningkatkan prestasi cabor,” sambung Mukayin.

Contoh nyata, lanjut Mukayin, yakni perhelatan akbar multievent Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur VI beberapa waktu lalu. Saat itu, KONI Banyuwangi tak memiliki anggaran khusus untuk kegiatan tersebut. “Porprov kemarin, silahkan dana kelola sendiri, tidak ada anggaran khusus, ya anggaran pembinaan itu yang dipakai dan dikelola. Dan hasilnya Porprov kemarin Banyuwangi ada di peringkat 8,” ungkapnya.

Aplikasi ploting anggaran itu berisi mengenai pembagian sesuai kategori. Misal, prestasi itu mendapat nilai 50 persen, kegiatan cabor 40 persen dan 10 persen klub. “Jadi kalau cabor tidak bergerak, jangan harap dapat anggaran banyak. Itu yang menjadi acuan. Terus, di akhir tahun, ada presentasi cabor kegiatan yang telah dilaksanakan,” jelas Mukayin.

Secara khusus, Mukayin meminta berbagai pihak untuk memberikan masukan maupun perhatian kepada KONI era baru ini. Terutama, kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banyuwangi sebagai kepanjangan tangan Pemerintah Kabupaten. “Saya meminta kepada Kadispora untuk memberikan masukan sekaligus petunjuk kepada KONI. Kami ingin lebih baik dan tentunya baik dalam prestasi,” pintanya.

Sementara itu, Ketua Harian KONI Jawa Timur, M. Nabil berpesan kepada KONI Banyuwangi tentang pembibitan atlet. Menurutnya, saat ini prestasi harus dimulai dari bawah. “Misal di Banyuwangi ada 25 Kecamatan harus ada minilam 1 atlet yang bisa diorbitkan dan berprestasi. Ini perlunya pembibitan atlet di daerah. Ke depan dari atlet-atlet ini yang akan membawa nama baik Banyuwangi, ” ujarnya.

Selain itu, dirinya juga menegaskan mengenai keharmonisan. Antara KONI dan pemerintah harus bersinergi. “Yang lainnya, mau tidak mau pengurus KONI adalah orangnya bupati, orangnya pemkab Tidak bisa berdiri sendiri. Kalau terjadi kemerosotan prestasi pendidikan tanggung jawab kadispendik dan jika prestasi olahraga mundur itu tanggungjawab KONI. Melihat prestasi atlet jangan dilihat cabornya, tapi satu kesatuan,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Kadispora Banyuwangi, Wawan Yadmadi juga memberikan pesannya. Menurutnya, konsolidasi antar pihak itu penting. “Pertama, pemerintah dalam hal ini bapak bupati tidak pernah menyarankan ketua KONI siapa. Siapapun yang jadi itu demi prestasi Banyuwangi,” katanya.

Kedua, pihaknya juga mengingatkan pentingnya pemahaman antar sumber daya manusia di KONI Banyuwangi. “Selanjutnya itu SDM juga penting, tidak hanya di KONI dan cabang olahraga ini menjadi perhatian. Untuk memajukan program, terutama administrasi juga harus lebih baik. Sehingga kedepan mampu mewujudkan prestasi dengan langkah bersama,” pungkasnya. [rin/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar