Iklan Banner Sukun
Olahraga

Saat 2 Bupati Nobar Liga 3: Cak Thoriq Ikut Beri Instruksi, Haji Hendy Siapkan SE Lebar Gawang

Hendy Siswanto dan Thoriqul Haq (berbaju hijau)

Jember (beritajatim.com) – Bagaimana jika dua bupati kabupaten yang bertetangga di Jawa Timur nonton bareng sepak bola kompetisi Liga 3 di stadion? Obrolan mengundang tawa beberapa kali terjadi.

Ini yang terlihat saat Bupati Jember Hendy Siswanto dan Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyaksikan langsung pertandingan sepak bola antara Persid melawan PSIL, di Stadion Notohadinegoro, Kabupaten Jember, Senin (22/11/2021) sore. Ini pertandingan terakhir Grup J Liga 3 Zona Jatim dan menentukan bagi Persid untuk lolos ke babak selanjutnya.

Gempuran bertubi-tubi Persid ke pertahanan PSIL sejak menit awal bikin Cak Thoriq, sapaan akrab Thoriqul Haq, berdebar-debar. “Mlayu terus ae Jember iki,” katanya, melihat para pemain Persid terus belari mengejar bola.

Thoriq kemudian menengok arlojinya. “Masih 15 menit, keserang terus, rek,” katanya.

Saat ada salah satu pemain PSIL bermain bagus, Hendy langsung menanyakan nama si pemain. “Anak Jember itu,” kata Thoriqul.

“Oh, kuwalat. Tak goleki mari ngene alamate (saya cari setelah ini alamat rumahnya),” kata Haji Hendy, sapaan akrab Hendy Siswanto, tertawa.

Cak Thoriq sempat bangkit dari kursinya, saat melihat para pemain PSIL Lumajang memprotes wasit Ari Wicaksono yang mengesahkan gol kedua Persid. Dari tribun VIP, ia berteriak kepada bangku cadangan PSIL dan memerintahkan agar emosi pemain diredam. “Kita sudah aman,” teriaknya, mengingatkan apapun hasil pertandingan PSIL sudah dipastikan lolos ke babak selanjutnya.

Rupanya teriakan Thoriq ke bangku cadangan PSIL didengar. Pelatih dan ofisial berteriak meminta para pemain PSIL menghentikan aksi protes tersebut.

Menit 59, Persid mendapat peluang untuk menambah gol. Namun bola melenceng ke samping gawang PSIL. Hendy langsung berkomentar. “Gawangnya kurang lebar. Surat edaran bupati cukup buat menambah lebar gawang,” katanya disambut tawa Cak Thoriq.

Saat masa jeda pertandingan, Thoriqul mengatakan kepada wartawan bahwa kedatangannya untuk memotivasi para pemain PSIL. Ia menyebut pertandingan melawan Persid bisa menjadi evaluasi dalam hal kontrol emosi pemain dan kematangan penguasaan bola.

“Saya kemarin bersaling kirim WA dengan Pak Bupati Jember. Pak Bupati Jember kemudian bilang: ‘ayo, nonton sekalian’. Mumpung Persid dan PSIL sama-sama sedang berbenah. Kami sedang mempersiapkan tim dan PSIL sedang melakukan persiapan Pekan Olahraga Provinsi. Jember juga begitu. Tadi kami sambil ngobrol-ngobrol sama-sama mempersiapkan porprov,” kata Thoriqul.

Dengan jujur, Thoriqul mengaku, berani datang ke Jember untuk menyaksikan langsung pertandingan karena PSIL sudah bisa dipastikan lolos ke babak 32 Besar Liga 3 Zona Jatim. Jika menang, PSIL bisa menjadi juara grup. Begitu juga bila menuai hasil seri. Namun jika kalah, anak-anak asuhan Slamet Sampurno ini tetap bisa lolos dengan predikat peringkat ketiga terbaik karena sudah mengemas nilai 7.

“Saya berani datang ke Jember karena salah satunya itu. Kalau tidak deg-degan terus, mulai tadi (gawang PSIL) diserang terus,” kata Thoriqul tertawa.

Sementara itu, Hendy melihat semangat pemain Persid dan PSIL sama-sama bagusnya. “Melihat semangat ini, perlu terus dikembangkan. Saya merasa tersanjung pertandingan ini dihadiri Cak Thoriq,” katanya.

Hendy mengatakan, kendati ini pertandingan kompetisi resmi, namun suasana persahabatan dan kebersamaan sangat terasa. “Ketika terjadi insiden apapun wajib dimaklumi. Kita sama-sama sedang berbenah. Jember dan Lumajang sedang berbenah. Kemenangan dan kekalahan adalah hal biasa,” katanya.

Hendy menyebut permainan Persid mirip Brasil. Namun untuk menjadi juara dibutuhkan kebersamaan. “Tinggal seperti tadi kata Cak Thoriq, bagaimana mengontrol emosi. Tidak terbawa alur permainan orang seperti kemarin (saat pertandingan Persid melawan Banyuwangi Putra). Kemarin seharusnya jangan terbawa seperti itu. Seandainya saya masih muda, saya suruh keluar semua pemain kemarin. Biar saya main sendiri saja. Kesal saya melihatnya,” katanya disambut tawa Cak Thoriq.

“Apik ini. Ini statement terbaik,” sahut Cak Thoriq menanggapi Hendy.

Pertandingan berakhir 4-0 untuk Persid Jember. Sebelum pulang, Cak Thoriq memuji gol jarak jauh yang dicetak pemain Persid Ajudya Eka Kurniawan pada menit 90+3. “Gol yang terakhir itu pasti dilatih langsung oleh Pak Bupati Jember,” katanya, tertawa.

Setelah wasit meniupkan peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, Hendy dan Thoriq sama-sama mendatangi tim masing-masing. Mereka sama-sama memberikan apresiasi dan memompa semangat para pemain.

Dalam Babak 32 Besar, PSIL akan berhadapan dengan Persedikab Kabupaten Kediri., Minggu (28/11/2021). “Minggu menang ya? Janji sama saya,” kata Thoriqul disambut teriakan ‘siap’ dari pemain dan ofisial PSIL. [wir/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar