Olahraga

Resmi, Banyuwangi Tidak Ikut Porprov 2019

Banyuwangi (beritajatim.com) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi menyerahkan keputusan keikutsertaan cabang olahraga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2019. Alasannya, dana hibah dari Pemerintah Banyuwangi, tahun ini turun drastis.

“Tahun lalu dana yang kita terima sebesar Rp 5,5 milyar. Dan itu, kita bagi untuk anggaran sekretariat, dana pembinaan cabor dan Porkab. Tapi sekarang ini turun Rp 2,75 milyar,” kata Sekretaris KONI Banyuwangi, Mukayin, Senin (7/1/2019).

Dana itu, kata Mukayin, sesuai keputusan bersama seluruh pengurus dan cabor hanya untuk anggaran pembinaan. Sementara untuk anggaran Porprov ditiadakan.

“Sepakat bersama, dana itu dibagi untuk pembinaan saja. Proposal pengajuan untuk dana Porprov dari teman-teman dicoret,” ungkapnya.

Sehingga, kata Mukayin, KONI Banyuwangi tak memaksa cabor untuk ikut Porprov. Jika, mereka ikut serta maka itu keputusan cabor pribadi.

“Nanti tetap kita fasilitasi, misal kepanitiaan dari KONI. Tapi LPJ anggarannya tidak boleh tertera untuk Porprov, entah bagaimana caranya,” ungkapnya.

Hal ini sungguh miris jika dibandingkan dengan riwayat KONI Banyuwangi pada periode sebelumnya. “Betul jamannya Mas Febdi ketua KONI dapat Rp 4,5 M. Sekarang? Ya Allah kok nasib anak-anak yang ingin berkiprah demi masa depan dan demi Banyuwangi kok gak ada yang peduli,” terang Mukayin.

Kondisi ini sekaligus menjadi ironi bagi publik olahraga Bumi Blambangan. Di satu sisi, prestasi menjadi tolak ukur, di sisi lain tak sebanding dengan anggaran yang dikeluarkan.

“Kita bawa atlet ke sana tidak seperti orang pergi ke kondangan, bawa amplop kemudian diserahkan lalu pulang. Kita ke sana juga perlu persiapan, harus ada pembinaan dan lainnya. Tapi kalau hasilnya begini ya KONI memutuskan tidak ikut dalam Porprov,” kata Wakil Ketua Bidang Anggaran, KONI Banyuwangi, Ki Agus Abdul Sakur. [rin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar