Iklan Banner Sukun
Olahraga

Renovasi Stadion Notohadinegoro Jember Capai 37 Persen, Hujan Jadi Kendala

Nur Hasan, anggota Komisi A DPRD Jember

Jember (beritajatim.com) – Jelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur, renovasi stadion sepak bola Notohadinegoro di Kabupaten Jember sudah mencapai 36,98 persen. Komisi A DPRD Jember khawatirkan kondisi cuaca.

“Pekerjaan yang kemarin dilakukan di antaranya perbaikan kamar mandi dan pengecatan. Kami masih menunggu pemesanan pagar BRC. Insya Allah minggu ini sudah datang,” kata Kepala Dinas Cipta Karya Jember Rahman Anda, dalam rapat dengar pendapat di ruang Komisi A, Senin (23/5/2022).

Musa Sailano, pelaksana proyek menambahkan, pekerjaan berat sudah selesai. “Tinggal finishing mengecat. Pemasangan pagar BRC tinggal butuh waktu dua hari saja. Kontrak kami selesai 11 Juni 2022. Kalau bisa sebelum 11 Juni sudah selesai\,” katanya.

Menurut Musa, pengecatan empat sisi tribun sudah hampir 50 persen. “Yang di dalam gedung sudah selesai. Tinggal yang di luar tribun. Kadang kami sudah mulai, hujan. Karena di luar, berbagai cara kami usahakan. Jadi kalau malam tidak ada hujan, kami kebut mengecat,” katanya.

Pelaksana proyek menyiapkan plastik pelindung. “Tapi kami mau tutup plastik, hasilnya akan jelek. Jadi kalau hujan kami berhenti. Kalau dipaksakan, karena catnya adalah cat eksterior, kalau kena hujan akan rusak. Sayang. Jadi kami betul-betul cari waktu yang pas, sehingga hasil catnya maksimal karena untuk jangka panjang,” kata Musa.

Proses pengerjaan pintu besi butuh waktu dua pekan. “Pekan ke-9 dan 10 sudah selesai. Kami ke depan berusaha progresi, sehingga akhir kontrak kami, kami menyelesaikan dengan baik,” kata Musa.

Anggota Komisi A Nur Hasan mengingatkan, batas waktu kontrak pengerjaan tinggal 20 hari. “Progress-nya 35 persen. Ada yang perlu dikoreksi soal progres. Masa hari ketujuh lebaran progresnya naik, padahal orangnya tidur semua. Semestinya ada penurunan atau stagnan,” katanya.

Nur Hasan berharap renovasi selesai. “Kami berharap Anda (rekanan) tidak menggunakan hak perpanjangan waktu. Ini tidak berlaku untuk (renovasi) venue,” katanya.

Nur Hasan tak terlampau cemas dengan renovasi Notohadinegoro. Namun cuaca tak bisa diprediksi. “Setiap hari di Jember hujan. Anda lebih baik sewa tenda (untuk pelindung). Jadi segala cara dilakukan. Kalau tidak mau cost bertambah ya repot. Siang ada hujan, menunggu malam untuk mengecat, ternyata malam hujan. Kan susah. Jadi saya berharap bagaimana caranya (diselesaikan),” katanya.

“Porprov ini wajah Jember. Tolong bagaimana tiga minggu ini harus selesai. Tenaga (pekerja) ditambah. Kalau tidak, tak akan selesai.,” kata Nur Hasan. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar