Olahraga

Rayakan Hari Kemerdekaan dan HUT Arema, Aremania Birukan Car Free Day

Aremania merayakan HUT RI dan HUT Arema

Malang(beritajatim.com) – Puluhan Aremania merayakan hari kemerdekaan RI ke 74 sekaligus hari lahir Arema pada 11 Agustus kemarin, dengan melakukan aksi lomba yel-yel dan koreografi gemebyar Aremania Smartfren di car free day, Jalan Ijen Kota Malang, Minggu, (18/8/2019).

Mereka membirukan car free day layaknya menonton pertandingan Singo Edan di stadion. Dengan atribut lengkap gaya Aremania mereka menjadi perhatian masyarakat yang hadir di car free day.

Aremania ini datang dengan atribut lengkap. Mereka membawa bendera, membawa syal, terompet, menghias wajah dengan cat, serta menyanyikan lagu-lagu yang biasa dinyanyikan di stadion. Antara lain, lagu Sorak-sorak Arek Malang, Aku Bangga Menjadi Arek Malang, dan Salam Satu Jiwa.

“Kami kumpulan Aremania dengan menamakan Generasi Biru Aremania. Kita nyanyikan lagu-lagu Aremania yang lama,” kata Aremania asal Sengkaling, Wahyu Riski.

Wahyu mengatakan, dibandingkan suporter lain Aremania memiliki gaya tersendiri. Dia bersama Aremania lainnya ingin menjaga kultur Mania yang telah melekat sejak kelompok ini didirikan. Apalagi, menurutnya Aremania adalah pelopor suporter kreatif di Indonesia. Dia ingin mengembalikan kejayaan Aremania seperti pada akhir tahun 90-an hingga awal 2000-an.

“Inilah ciri khas kita, kita kan mania jadi celontengan seperti ini. Kami tidak mau terpengaruh gaya casualan gaya eropa. Kita akan jaga kultur Mania. Kita pernah jadi barometer suporter dengan gaya kultur mania ini,” papar Wahyu.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengaku bangga dengan kreatifitas yang dimiliki Aremania. Menurutnya, sebagai kota kreatif warga yang memiliki talenta harus diwadahi dengan baik. Apalagi, kiprah Arema bersama Aremania telah mampu mengharumkan nama Malang dengan berbagai prestasinya.

“Saya kira Arema itu yang dilihat bukan hanya bolanya tapi juga kreatifitas suporternya perlu kreasi dan inovasi. Selain menyemangati yang bermain penonton juga kecanduan ke stadion untuk melihat aksi suporter,” ujar Sutiaji.

Dia pun mengapresiasi cara Aremania dalam merayakan hari kemerdekaan dan hari lahir Arema yang ke 32 tahun. Sebab, momen ini dirayakan tidak dengan berkonvoi melainkan dengan adu kreatifitas sesama Aremania di hari bebas kendaraan bermotor.

“Ini bukti kreatifitas dan kecerdasan dari Aremania. Arema itu kan lahir 11 Agustus 1987 dan bulan ini adalah bulan kemerdekaan harus dengan semangat perjuangan mengisi kemerdekaan itu,” tandasnya. (luc/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar