Olahraga

PSSI Masih Dipimpin Muka Lama, Kasus Mafia Bola Akan Tuntas?

Surabaya (beritajatim.com) – Pro dan kontra mundurnya ketua PSSI Pusat, Edy Rahmayadi tentu mencuat di beberapa kalangan tokoh olah raga terutama sepak bola. Apalagi muncul nama Joko Driyodo yang di hadang menggantikan Edy.

Hal ini tak luput pula tokoh sepakbola asal Jawa Timur, Bambang Pramukantoro menilai kepemimpinan Joko Driyono menjadi Plt Ketua PSSI sama sekali tidak menjamin permasalahan sepakbola di Indonesia ini selesai. Teruta soal kasus pengaturan skor dan mafia bola yang saat ini tengah ramai diperbincangkan.

Ia mengatakan munculnya Jokdri sapaan akrab Joko Driyono tidak membuat wajah baru di tibuh PSSI. Terlebih naiknya Iwan Budianto yang menjabat sebagai wakilnya.

Bagi Bambang, dengan masih adanya wajah-wajah lama di PSSI akan semakin membuat kecemasan berlebihan di pengurus saat ini. Sebab bisa saja sewaktu-waktu satgas anti mafia bola menemukan tersangka baru.

“Apakah kita percaya bahwa Jokdri cs dapat menjadi solusi untuk PSSI ? Saya jawab ‘tidak’. Karena
Saya yakin , saat ini Pengurus masih merasa cemas dan ketakutan menanti temuan Satgas Mafia Bola,” kata Bambang saat ditemui di salah satu Caffee di Surabaya, selasa (22/1/2018).

Bahkan Bambang membuka fakta, bahwa semua elit sepakbola di Indonesia hampir 100 persen terlibat corupt dan match fixing. Ia berani mengatakan ini karena ada data yang menyebutkan hal itu.

“Silahkan satgas cek di PPATK!” tegas Bambang.

Bukan hanya mengkritik, Bambang juga memuji kehebatan Jokdri di dunia persepakbolaan. Baginya ia sangat berpengalam. Hanya saja kurang pas untuk memimpin PSSI menggantikan Edy Rahmayadi.

“Saya bukan mengerdilkan Pak Joko. Beliau punya kapasitas yang luar biasa. Hubungannya dengan FIFA juga cukup bagus. Dia sebenarnya cocok,” lanjut pengusaha Tambang itu.

Lebih lanjut lagi, Bambang mengatakan saat ini seluruh masyarakat sudah menantikan sepakbola yang bersih dan berprestasi. Karena itu, ia meminta kedepan calon ketua PSSI bisa lebih tepat.

“Saat ini semua insan sepakbola sangat menunggu. Saya optimis dan percaya diri bahwa spirit untuk menjadikan sepakbola kita agar lebih bermartabat, bersih dan berprestasi dapat terwujud,” ujar dia.

Di sisi lain, Bambang juga menyinggung komite baru di PSSI, yakni mengenai Ad Hoc Integritas. Baginya unsur baru ini dapat menjadi langkah baru untuk mengatasi permasalahan yang saat ini tengah menjadi sorotan publik.

“Komite Ad Hoc Integritas harus cepat bekerja agar nasib sepak bola kita segera ada kejelasan dan jalan keluar,” tutupnya. [way/ted]





Apa Reaksi Anda?

Komentar