Iklan Banner Sukun
Olahraga

PSIL Lumajang Perketat Persaingan Liga 3 di Jember

Pemain PSIL menga;ahkan Banyuwangi Putra dalam pertandingan menegangkan. [foto: panpel Liga 3]

Jember (beritajatim.com) – PSIL Lumajang memperketat persaingan kompetisi sepak bola Liga 3 Zona Jawa Timur Grup J, setelah mengalahkan Banyuwangi Putra 4-3 (2-0), di Stadion Notohadinegoro, Kabupaten Jember, Sabtu (13/11/2021).

Dengan kemenangan ini, maka ada tiga tim yang sama-sama mengemas tiga poin, yakni Persid yang menjadi pemuncak dengan selisih gol 5-1, disusul Banyuwangi Putra dengan selisih gol 7-4, dan PSIL dengan selisih gol 4-3.

“Tentunya kami bersyukur sekali. Alhamdulillah, ini murni campur tangan Yang di Atas. Kami hanya melakukan yang terbaik. Saya yakin ini pertolongan Yang di Atas. Intinya anak-anak berjuang sangat maksimal, dan apa yang dilatih kemarin benar-benar dijalankan,” kata Slamet Sampurno, pelatih PSIL, usai pertandingan.

Pertandingan memang berjalan seru. PSIL unggul cepat pada menit 9 melalui gelandang kiri Raffi Ichlasul Hidayah dan pemain sayap kiri Jefri Kurniawan pada menit 19. Dua gol ini menyentak anak-anak Banyuwangi Putra yang dilatih Iswahyudi, mantan pemain Persebaya Surabaya. Pada babak kedua, serangan semakin bergelombang dari Banyuwangi Putra mengancam gawang PSIL yang dijaga Audi Febrianto.

Iswahyudi dengan jeli mengganti Slamet Santoso dengan Maulana Cahya Firdausi dan Bawang Arbaknuh Anggoro dengan Yogi Indra Ramadhan. Setelah pemain baru masuk, Banyuwangi melakukan epic comeback. Menit 48, Fikri Afrian Mahardika mencetak gol indah melalui tendangan bebas. Maulana Cahya menyamakan kedudukan pada menit 56 setelah berhasil mengeksekusi hadiah penalti, setelah terjadi pelanggaran di kotak terlarang PSIL.

Setelah menyamakan kedudukan, Banyuwangi Putra berada di atas angin. Mereka semakin menguasai pertandingan. “Teman-teman kaget setelah skor imbang,” kata Raffi Ichlasul Hidayah.

Namun tidak diduga, Amirul Mukminin yang masuk menggantikan Jefri Kurniawan pada babak kedua justru mencetak gol indah pada menit 71. Yogi Indra berhasil kembali menyamakan kedudukan 3-3 tujuh menit kemudian. Namun Amirul Mukminin benar-benar menjadi supersub setelah mencetak gol penentu kemenangan pada menit 82.

Slamet Sampurno mengakui, kelemahan para pemain PSIL ada pada stamina. “Persiapan kami hanya dua minggu, setelah lawan tiga bulan. Bersyukur, anak-anak fighting spiritnya luar biasa,” katanya. Delapan puluh persen PSIL disiapkan untuk memperkuat tim Lumajang dalam Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur pada Juni 2022.

Kunci kemenangan PSIL adalah kepercayaan terhadap sesama pemain. “Saya selalu tekankan bahwa kunci main di sini adalah mental. Mental petarung, mental pemenang, kita harus percaya diri dengan kemampuan kita,” kata Slamet.

“Seminggu terakhir ini, kami juga banyak berlatih di finishing. Dari uji coba terakhir, kami evaluasi: kami perlu banyak berlatih di finishing. Alhamdulillah, tadi keluar. Luar biasa gol-golnya. Gol penentu luar biasa dan itu diawali dari skema permainan terbuka, dari pergerakan, bukan bola mati,” kata Slamet. [wir/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar