Olahraga

Priyo Sudibyo Berharap Ketua KONI Kabupaten Malang Terpilih Aklamasi

Malang (beritajatim.com) – Jelang bergulirnya Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) dalam rangka memilih Ketua Umum, Wakil Ketua KONI Kabupaten Malang, Priyo Sudibyo mendorong agar dilakukan secara musyawarah.

Menurut Priyo, pemilihan ketua umum dengan jalan musyawarah dan kekeluargaan untuk menghindari perpecahan di tubuh pengurus KONI Kabupaten Malang. Dimana outputnya adalah, bisa menyatukan seluruh cabang olahraga dan meningkatkan prestasi secara maksimal.

“Beberapa cabor ada yang menanyakan kepada saya apakah maju dalam pemilihan KONI atau tidak. Maka saya tidak mengiyakan maupun tidak menyatakan untuk tidak maju,” ungkap Priyo, Selasa (17/3/2020) malam.

Pemilihan Ketua Umum KONI Kabupaten Malang dimulai sejak 16 Maret 2020 hingga 24 Maret 2020. Sejauh ini, sudah ada beberapa nama yang mendaftar sebagai Calon Ketua Umum KONI. Menurut Priyo, dirinya beberapa kali mendapat pertanyaan dari para pengurus cabor.

Beberapa nama calon yang akan maju pada pemilihan KONI Kabupaten Malang bahkan meminta dukungan. “Beberapa nama calon ini juga berharap saya untuk tidak maju pada pemilihan Ketua KONI Kabupaten Malang. Mereka malahan meminta saya untuk memberikan dukungan,” tegasnya.

Namun, lanjut Priyo, dirinya akan mendukung salah satu calon Ketua KONI Kabupaten Malang dengan catatan, berkomitmen untuk memajukan olahraga Kabupaten Malang. “Saya berharap mereka yang mencalonkan diri, tidak hanya konsentrasi pada pemilihan Ketua KONI. Melainkan dapat menyatukan cabor yang selama ini kurang gayeng dan kurang dalam hal kebersamaan,” bebernya.

Masih kata Priyo, beberapa cabor saat ini terpecah belah, terkotak-kotak bahkan mendukung kubu satu dan kubu lain. Sehingga membuat situasi di tubuh KONI Kabupaten Malang kurang harmonis. Hal ini harus segera diakhiri.

“Tentunya hal ini tidak bagus untuk perkembangan KONI Kabupaten Malang. Saya minta kepada para calon, kalau bisa pemilihan dilakukan secara aklamasi yang artinya melalui musyawarah kesepakatan bersama,” terangnya.

“Ketika saya memegang beberapa organisasi, pemilihan itu mesti secara aklamasi,” papar Priyo yang juga menjabat Ketua Kadin Kabupaten Malang tersebut.

Priyo menjelaskan, dampak dari kubu-kubuan, cabor kurang mendapat perhatian. Kemudian jangan ada transaksi dalam bentuk apapun yang bisa berakibat balas budi di kemudian hari. “Contohnya begini, cabor ini dukung si A, maka nantinya cabor tersebut yang akan di istimewakan ketika si A jadi Ketua KONI. Jangan seperti itu, harus bersatu demi meningkatkan prestasi seluruh cabor,” urainya.

Priyo menambahkan, pihaknya akan berada di pihak tengah. Tidak akan mendukung salah satu calon apabila tetap ada kubu-kubuan.

“Intinya saya berharap bisa dilakukan secara musyawarah dan mufakat. Aklamasi. Apabila beberapa nama calon tersebut sepakat melalui musyawarah serta aklamasi menunjuk salah seorang menjadi Ketua KONI Kabupaten Malang, maka saya tidak akan mencalonkan diri,” ujar Priyo mengakhiri. [yog/suf]





Apa Reaksi Anda?

Komentar