Olahraga

Prestasi Olahraga di Jember Jeblok

Logo Pemkab Jember

Jember (beritajatim.com) – Prestasi olahraga Kabupaten Jember dalam Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur mendapat sorotan dalam rekomendasi DPRD terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2020, di gedung parlemen, Sabtu (17/4/2021) malam.

Sorotan diarahkan pada merosotnya peringkat Jember dalam klasemen perolehan medali Porprov 2019.

Dalam Porprov VI Tahun 2019, Jember menduduki peringkat 24 dari 38 peserta dengan raihan 7 emas, 2 perak, dan 9 perunggu.

Sementara dalam Porprov V Tahun 2015, Jember menduduki urutan 17 dari 38 kabupaten dan kota dengan raihan 5 emas, 9 perak, 7 perunggu.

“Dari hasil pembahasan di tingkat Panitia Khusus DPRD Jember, pada 2020 belum ada upaya peningkatan prestasi olahraga serta belum ada upaya memberikan reward yang memadai dalam APBD,” kata Nyoman Aribowo, juru bicara dari Partai Amanat Nasional.

Agus Sofyan, juru bicara DPRD Jember dari PDI Perjuangan mengatakan, pemerintah daerah perlu meningkatkan kembali kejayaan dan prestasi olah raga di tingkat regional maupun nasional. Alokasi anggaran dan program pembinaan prestasi untuk cabang olahraga potensial yang membantu promosi daerah juga perlu ditingkatkan.

“Pemerintah Kabupaten Jember agar meningkatkan reward dan fasilitas untuk atlet berprestasi baik regional maupun nasional,” katanya.

Selain itu, DPRD Jember memandang pengelolaan aset Stadion Jember Sport Garden. (JSG) perlu diperhatikan. “Sejak 2017 pengelolaan JSG ini ditangani oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jember,” kata Nyoman.

Nyoman mengingatkan, pemeliharaan dan pengelolaan JSG terhadap komponen arsitektur, struktur, dan mekanikal elektrikal harus sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 24 Tahun 2008. Pemkab Jember belum punya payung hukum berupa peraturan daerah terkait pembentukan unit pelaksana teknis (UPT) yang khusus memelihara JSG.

“Pemerintah Kabupaten Jember agar mengoptimalkan fungsi Stadion JSG dan manajemen. Kalau memungkinkan didorong pembinaan prestasi olah raga dan menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD),” kata Agus Sofyan. [wir/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar