Olahraga

Porprov, Atlet Belia Jadi Harapan Jember Raih Medali Cabor Catur

Jember (beritajatim.com) – Persatuan Catur Seluruh Indonesia Kabupaten Jember akan mengirimkan atlet-atlet belia dalam Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur pada 2022. Targetnya tetap medali emas, walau berat.

Dalam Porprov 2019, prestasi atlet catur Jember tak terlalu moncer. Kelompok beregu putra dan putri gugur dalam pertandingan prakualifikasi. Jember hanya meloloskan dua atlet putra dan dua atlet putri. Namun hanya satu atlet putra berusia 14 tahun yang berada di peringkat lima.

“Ini pekerjaan berat. Atlet kita usianya maksimal 17-18 tahun. Sementara atlet catur Porprov maksimal 22 tahun. Dengan komposisi atlet berusia muda dibandingkan para pesaing, kami otomatis harus memperkuat kemampuan mereka dalam bertanding,” kata Ketua Percasi Jember Sukarsih, Selasa (9/3/2021).

Problemnya, selama satu setengah tahun ini aktivitas resmi olahraga catur terhenti karena pandemi. Alhasil, tak ada momen bagi atlet untuk mengasah kemampuan. Sukarsih menyebut, ada 25 orang atlet catur di Jember yang berprestasi di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten. “Tapi banyak yang vakum. Mungkin yang aktif berlatih tak sampai 10 orang,” katanya.

Problem lainnya adalah belum adanya anggaran, karena Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Jember 2021 belum disahkan. Jika mengacu tahun-tahun sebelumnya, untuk berkegiatan, Percasi mengandalkan bantuan dari pemerintah daerah melalui APBD.

Namun tanpa sokongan dana dari pemerintah, Sukarsih tetap menggelar turnamen Jember Chess Cup 2021 untuk persiapan menghadapi Porprov dan menghidupkan lagi cabor catur. Turnamen diikuti 128 orang dan final digelar di Dira Park, Minggu (7/3/2021). “Ini langkah awal dasar mengklasifikasi kemampuan atlet. Selanjutnya kami melakukan seleksi-seleksi,” kata Sukarsih.

Sukarsih menargetkan dalam tiga bulan ke depan, tim catur sudah terbentuk. “Saya ingin tim ini terbentuk dari atlet ‘qualified’. Tidak bisa satu kali seleksi. Kita akan melakukan seleksi dan simulasi beberapa kali,” katanya.

Saat Jember Chess Cup, Percasi menggelar pertandingan penyisihan di SMP Puger dan Lojejer untuk para atlet di kawasan Jember selatan. Sementara untuk kawasan Jember kota dan utara dilaksanakan di pendapa Kecamatan Kalisat. Selain untuk mengikuti protokol kesehatan yang meminimalisasi kerumunan, dengan seleksi terpisah ini diharapkan atlet kelompok usia 12 dan 18 bisa lebih banyak. “Kemudian di final kami kompetisikan dengan atlet berprestasi tapi lama tidak berkegiatan,” kata Sukarsih. [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar