Olahraga

Ponaryo Akan Saring 16 Pemain di Final Milo Football Championship Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Untuk menjaring pesepak bola muda, Final Milo Football Championship menyambangi Surabaya. Salah satu pioner event terbesar ini menjadi ajang penjaringan kejuaran sepak bola U12. Surabaya kini menjadi kota kelima.

Kami memilih Surabaya karena tidak dimungkiri Jawa Timur adalah salah satu basis kuat sepak bola nasional. Antusiasi Surabaya juga sangat luar biasa. Saya tidak berlebihan bilang seperti itu melihat anak-anak punya semangat tinggi, ucap Dony Wahyudi, sports market manajer Milo Nestle, Minggu (24/3/2019).

Sekretaris Umum Askot PSSI Surabaya, Guntur Rahmawan mengatakan kegiatan ini bisa mempermudah Askot PSSI Surabaya untuk mendapatkan pemain berbakat dalam berbagai kejuaraan. Melalui ajang seperti ini askot bisa mempersiapkan pesepak muda di Surabaya secara jangka panjang, apalagi Jawa Timur merupakan gudang atlet sepak bola nasional dan internasional.

Ini terobosan baru dari Milo dengan mengadakan pertandingan antar SD. Banyak adik-adik di sini yang punya bakat tapi tidak ikut SSD. Ini menjadi wadah bagi mereka untuk bisa terpantau. Ke depan, pemain itu juga bisa dipilih oleh Askot dipersiapkan untuk kejuaraan yang membawa nama Surabaya, ujar Guntur.

Penjaringan pesepak bola muda ini dimulai sejak, 23 Maret 2019 di Lapangan Kodam V/Brawijaya, Surabaya. Sedangkan di hari terakhir ini pertandingan final dilangsungkan untuk menemukan bakat-bakat muda di Kota Pahlawan.

Kami ingin menyebarkan gerakan aktif Indonesia. Lewat gerakan besar ini kami mengajak anak Indonesia gaya hidup aktif dan sehat. Orang tua juga perlu memerhatikan asupan nutrisi aktif dan bergerak melalui olahraga, kata Dony.

Yang menarik dua instruktur, yaitu Ponaryo Astaman dan Kurniawan Dwi Yulianto, yang mendapat tugas memantau bakat muda. Dua mantan pemain Timnas Indonesia akan memilih sebanyak 16 pemain dari 5 kota untuk mengikuti camp. [way/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar