Olahraga

Politisi Gerindra Protes Komisi Banding Askab PSSI Jember

Ardi Pujo Prabowo [foto: Oryza A. Wirawan]

Jember (beritajatim.com) – Ardi Pujo Prabowo, politisi Gerindra dan legislator DPRD Jember, melayangkan surat keberatan ke Komisi Banding Asosiasi Sepak Bola PSSI Kabupaten (Askab), terkait pencalonan Try Sandi Apriana, legislator Partai Demokrat menjadi ketua umum organisasi resmi sepak bola tersebut.

Surat keberatan tersebut tertanggal 29 April 2021. Dalam surat itu disebutkan, Try Sandi Apriana diduga memberikan keterangan palsu terkait Statuta PSSI pasal 34 ayat 4. Pasal tersebut menegaskan, bahwa anggota komite eksekutif harus berusia lebih dari 30 tahun dan harus telah aktif di sepak bila sekurang-kurangnya lima tahun, dan harus tidak pernah dinyatakan bersalah atau melakukan tindak pidana.

Dalam berkas pendaftarannya, Try Sandi menyatakan sebagai pengurus salah satu klub anggota Askab PSSI Jember, PS Garengpung Ambulu. Ardi meragukan kebenarannya dan menganggap itu manipulasi data.

“Kami memiliki beberapa bukti. Teman-teman dari SMA dia menyatakan dia tidak berolahraga di sepak bola. Jadi kami merasa tim pengusung memaksakan diri untuk mendaftarkan menantu bupati ini untuk menjadi ketua askab,” kata Ardi, Senin (3/5/2021).

Dari sini, Ardi mempertanyakan akurasi verifikasi yang dilakukan Komisi Pemilihan terhadap Try Sandi. Dalam suratnya, dua menuntut agar hasil verifikasi terhadap Try Sandi ditinjau ulang. Ia siap melanjutkan masalah ini ke jalur hukum jika tuntutannya tidak diindahkan.

Sementara itu, Try Sandi menilai keberatan Ardi sudah dilakukan di jalur yang benar. “Cuma kalau yang dipermasalahkan saya, yang penting saya sudah memenuhi semua persyaratan yang diberikan,” katanya.

Sandi membantah jika tidak berpengalaman dalam bidang sepak bola. “Lama. Sudah lama sekali (berkecimpung dalam sepak bola, red). Saya sudah pernah cerita, jika dari SMP, saya sudah ikut klub,” kata pria kelahiran 30 April 1988.

Namun Sandi tidak akan merespons protes Ardi. “Saya biarkan saja, karena ini bukan ranah saya. Ranah saya adalah saya harus ikut kompetisinya (pemilihan ketua Askab PSSI Jember, red). Yang tidak boleh adalah memalsukan surat. Tidak mungkin kita memalsukan surat. Misalkan ada anggota Dewan tidak jadi karena memakai ijazah palsu, yang mempermasalahkan siapa? Yang mempermasalahkan KPU, dicek ke ranah hukum. Tapi kalau anggota Dewan mengecek anggota Dewan lainnya tidak boleh,” katanya. [wir/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar