Olahraga

Peserta Drag Bicycle Ponorogo Harus Kantongi Surat Rapid Non-Reaktif

Panitia Bupati Cup Ponorogo Drag Bicycle 2020 menunjukkan surat izin dari beberapa instansi (foto/Istimewa)

Ponorogo (beritajatim.com) – Pandemi Sars CoV-2 atau Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), membuat rencana kegiatan, baik itu yang berskala besar maupun kecil banyak dibatalkan. Sebab bisa berpotensi menjadi mata rantai penularan Covid-19.

Namun, seiring berjalannya waktu, dengan alasan pemulihan ekonomi, Pemerintah mulai melunak, dengan sebagian memperbolehkan kegiatan-kegiatan itu diadakan, namun tetap sesuai protokol kesehatan penanggulangan Covid-19.

Salah satu event yang diadakan di Ponorogo ini adalah Bupati Cup Ponorogo Drag Bicycle 2020. Pelaksanaan adu cepat balap sepeda kayuh di lintasan lurus itu rencananya akan dilakukan pada tanggal 9 Desember 2020. “Acara drag sepeda kayuh ini sebagai bentuk edukasi kegiatan yang dilaksanakan di masa adaptasi kebiasaan baru saat pandemi Covid-19,” kata Ketua Panitia Bupati Cup Ponorogo Drag Bycycle 2020, Ari Hershofiawanudin, Selasa (4/8/2020).

Event ini bisa menjadi percontohan di Ponorogo, jika akan melakukan kegiatan atau perlombaan. Ari menyebut, jika mengurus perizinan acara di masa pandemi ini lebih ribet daripada sebelum pandemi. Selain izin ke kepolisian dan Pemkab juga harus izin kepada Satgas Penanggulangan Covid-19 Ponorogo. “Pelaksanaannya harus mematuhi protokol kesehatan. Jadi lomba drag sepeda kayuh ini legal dan resmi, ada izinnya,” kata Ari.

Berbagai persyaratan mulai dari penerapan protokol kesehatan baik untuk penyelenggara, peserta dan penonton harus dilaksanakan. Jumlah penonton pun dibatasi, hanya 60 persen dari kapasitas yang disediakan. Selain itu di jalan masuk acara juga disediakan bilik disinfektan dan tempat cuci tangan. Peserta lomba pun wajib membawa surat rapid test dengan hasil non reaktif. Ari menegaskan bahwa acara drag sepeda ini murni acara perlombaan drag sepeda, tidak ada hubungannya dengan politik, apalagi sampai alat kampanye salah satu bakal calon bupati.

“Penonton jaga jarak, panitia juga memakai APD dan peserta lomba pun juga harus membawa surat rapid dengan hasil non rekatif,” pungkasnya. (end/kun)





Apa Reaksi Anda?

Komentar