Olahraga

Persid Jember Siap Berkompetisi Liga 3 dengan Syarat

Personel Yayasan Persid Jember dan suporter Berni

Jember (beritajatim.com) – Klub sepak bola asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, Persid, siap berkompetisi dalam Liga 3 tahun ini. Namun kesiapan ini bukannya tanpa syarat.

“Jika kompetisi Liga 3 digulirkan dalam masa pandemi. kami siap mengikuti protokol Covid-19. Tapi jika kompetisi Liga 3 digelar tanpa suporter atau penonton, maka kami akan mengkaji ulang (keikutsertaan itu),” kata Ketua Pengurus Yayasan Persid Jember M. Sholahuddin Amulloh, Kamis (3/9/2020).

Dalam waktu dekat, Persid akan menggelar seleksi pemain untuk mengisi skuat yang berkompetisi di Liga 3. Selain itu, Persid akan menggelar pertandingan persahabatan sebagai persiapan menghadapi kompetisi. Tim Persid ini akan dimanajeri Adi Setiawan yang saat ini menjabat Direktur Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Pandhalungan Jember.

“Yayasan persid Jember juga siap bersinergi dengan kelompok suporter Berni (Jember Brani) dan berkolabroasi dengan masyarakat untuk memajukan sepak bola Jember di kancah nasional,” kata pria yang akrab disapa Jo ini.

Jo juga menyodorkan Millenial Support Programme. “Kemarin pada 31 Agustus sudah kami paparkan kepada dewan pembina dan dewan pengawas, dan sudah disetujui ketua dewan pembina,” katanya.

Ada tiga program yang disodorkan Yayasan Persid Jember kepengurusan 2020-2025. “Program jangka pendeknya adalah memperbaiki pengelolaan kepengurusan Yayasan Persid Jember, bersinergi dengan Berni, bersinergi dan berkolaborasi dengan masyarakat untuk memajukan Persid, dan mencari manajer Persid,” kata Jo.

Jo bersyukur program jangka pendek ini sudah terlaksana. Sebagian besar pengurus Persid saat ini adalah anggota Berni. “Alhamdulillah, pengurus baru yayasan didukung ormas kemasyarakat dan kepemudaan. Pak Adi Setiawan juga menyatakan siap menjadi manajer Persid,” katanya.

Sementara untuk program jangka menengah, Jo akan membentuk manajemen, membuat media komunikasi Persid berupa website, membentuk tim pencari bakat, menggelar seleksi pemain, menggelar pertandingan persahabatan, dan memfokuskan target prestasi pemain.

“Untuk program jangka panjang, pembinaan manajerial menuju pengelolaan profesional, pembinaan pemain yunior dan senior, mencari apparel dan merchandise, mencaru sponsor dan investor, baru kita bicara prestasi,” kata Jo.

Jo mengingatkan Persid besar karena semangat gotong royong dan perjuangan. “Persid bukan karena satu orang,” katanya. [wir/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar