Olahraga

Persiapan Puslatda Jelang PON Aceh dan Sumut, KONI Jatim Segera Panggil Seluruh Pengurus Cabor

Ketua koni jatim, M Nabil

Surabaya (beritajatim.com) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur bersiap menyambut pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 di Aceh dan Sumatera Utara.
Dalam waktu dekat, KONI Jatim memulai proses perekrutan atlet dan pelatih yang akan masuk dalam program Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda).

Ketua KONI Jatim, M Nabil mengatakan, ada beberapa cara dalam perekrutan atlet ini. Di antaranya memantau atlet yang turun di PON XX 2021 Papua terutama peraih medali, atlet-atlet yang ikut berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Jatim 2022, serta rekrutmen individu untuk atlet yang tidak terpantau di PON, Porprov maupun di cabang olahraga.

“Untuk perekrutan nanti ada beberapa aspek penilaian mulai jenjang karir prestasi, tes fisik, tes kesehatan, tes psikologis. Semua yang sesuai standar akan kita rekrut tapi tidak permanen akan ada promosi degradasi,” kata Nabil, Kamis (13/7/2022).

KONI Jatim menjadwalkan pemanggilan pengurus seluruh cabang olahraga bulan ini. Pemanggilan ini untuk mengonfirmasi atlet-atlet yang akan diajukan mengikuti seleksi.

“Kami berharap atlet sebelum diusulkan ke KONI sudah dilakukan seleksi internal per cabang olahraga terlebih dahulu, sehingga sudah memenuhi standar tinggal kita akan tes kondisinya,” tambah Nabil.

Setelah para atlet ini menjalani tes atau seleksi dan dinyatakan lolos, baru program puslatda akan dimulai pada Oktober 2022 mendatang.

Untuk Puslatda, kata Nabil, akan berjalan dengan menyesuaikan program pelatihan dari tim pelatih yang sebelumnya menjalani seleksi. Calon pelatih wajib memaparkan programnya di hadapan tim KONI Jatim.

Program Puslatda nanti berupa training camp, try out luar negeri, mendatangkan pelatih dari luar negeri, atau memperbanyak mengikuti kejuaraan di dalam maupun luar negeri.

Sementara tentang 15 cabang olahraga (cabor) baru yang akan dipertandingkan di PON Aceh dan Sumut dalam waktu dekat akan diidentifikasi masing-masing cabor.

“15 cabor baru ini akan masuk pembinaan khusus (Binsus) dengan sasaran di Pra PON pada 2023. Kalau tak lakukan persiapan secara baik dan hasil Pra PON jelek, mungkin di PON tidak akan diberangkatkan,” kata Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jatim, Dudi Harjantoro.

Dudi menuturkan, teknik dan fisik atlet harus dimulai dipersiapkan sejak sekarang. Cabor baru juga pasti sudah punya atlet yang disiapkan dan punya target jelas, kompetitor seperti apa, itu harus diketahui dan waspada dengan provinsi lain.

“Kami tunggu 15 Cabor baru ini programnya apa dan sasaran apa, alokasi anggaran seperti apa, digunakan untuk alokasi pretasi, jangan digunakan yang lain. Sasaran prestasi, supaya sasaran di Pra PON baik. Fokus dulu ke Kejurnas 2022,” ucap Dudi. [way/beq]

Apa Reaksi Anda?

Komentar