Olahraga

Persebaya Pertimbangkan Cari Pelatih Baru, Bagaimana Nasib Djanur?

Surabaya (beritajatim.com) – Mungkin bisa dikatakan karir Djanur meracik Persebaya sedang di ujung tanduk. Kondisi itu pasca Persebaya Surabaya hanya bisa menahan imbang PSIS Semarang.

Manajemen Persebaya mulai berburu nama-nama pelatih. Manajer Persebaya, Candra Wahyudi secara terang-terangan sangat kecewa dengan kepemimpinan pelatih Djadjang Nurdjaman. Padahal sebelumnya manajemen sudah memberikan teguran keras kepada pelatih.

Tak sekadar teguran, manajemen Persebaya juga berjanji akan mengevaluasi pelatih yang akrab disapa Djanur tersebut. Karena gagal meraup enam poin di dua pertandingan kandang kemarin.

“Ada sesuatu yang menurut kami kurang benar di manajemen kepelatihan. Jadi kami harus segera bertindak dengan melakukan evaluasi,” kata Candra.

Bukan hanya itu, manajemen juga mulai mencari pengganti mantan pelatih Persib Bandung itu. Hanya saja, Candra menolak memberikan keterangan lebih lanjut soal siapa pengganti Djanur.

“Kami mempertimbangkan hal-hal seperti itu. Ketika keputusan terhadap tim pelatih, kami juga mempertimbangkan regulasi dan sebagainya. Intinya, evaluasi tegas,” lanjut dia.

Sementara untuk pemain apakah juga bakal dievaluasi? Candra pun mengatakan akan turut mengevaluasi semua hal di tim Persebaya. Namun untuk saat ini ia rasa harus secepatnya evaluasi di kepelatihan.

“Pemain sudah memberikan yang maksimal. Sekarang bagaimana di pelatih yang harus segera kita tata,” ujar Candra.

Selain itu, terkait masa depan Djanur, Candra menjawab akan diputuskan sebelum Lebaran. Karena ada beberapa yang harus manajemen pertimbangkan dari hasil evaluasi nanti.

“Ini hasil yang sangat mengecewakan bagi manajemen. Kami kehilangan dua pertandingan home yang sangat penting dengan kesalahan mendasar yang sangat fatal,” kata Candra.

Melihat pertandingan seri menghadapi PSIS Semrang, 30 Mei 2019 kemarin, hal yang membuat manajemen geram adalah
gol balasan yang dicetak Septian David Maulana pada menit ke-74. Sebelum gol itu terjadi, Persebaya kehilangan Novan Setya Sasongko pada menit ke-72.

Pengganti Novan, yakni Abu Rizal Maulana, baru dimasukkan setelah Septian David menjebol gawang Abdul Rohim. Artinya, pada saat gol balasan itu terjadi, Persebaya hanya bermain dengan sepuluh pemain.

“Kesalahan yang sangat mendasar dan membuat manajemen sangat kecewa,” terang Candra.

Menurut mereka, Persebaya musim ini seharusnya bisa berbuat dan menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Akan tetapi, Persebaya hanya mendapatkan dua poin dari tiga pertandingan pembuka di Liga 1 2019. [way/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar